Kamis, 22 Oktober 2026
00:56 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Letusan Plinius

Letusan Plinius

jenis letusan gunung api

Bagikan:
250px-Vesuvius1822scrope.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seniman menggambarkan Letusan Gunung Vesuvius di tahun 79 M (1822)

Letusan Plinius atau Letusan Vesuvius adalah letusan vulkanik yang bercirikan mirip dengan letusan dari Gunung Vesuvius pada 79 M yang dijelaskan oleh surat dari Plinius Muda.[1]

Letusan Plinius ditandai dengan semburan gas vulkanis dan abu vulkanik yang menyembur tinggi hingga stratosfer, suatu lapisan atmosfer yang sangat tinggi. Karakteristik utamanya adalah pemancaran batu apung dalam jumlah besar dan letusan letusan gas yang sangat kuat dan berlangsung lama.[2]

Letusan pendek dapat berakhir kurang dari sehari, tetapi letusan panjang dapat mencapai beberapa bulan. Letusan panjang bermula dari pembentukan awan abu vulkanik, kadang-kadang disertai awan panas. Jumlah magma yang dikeluarkan sangat banyak sehingga puncak gunung kemungkinan dapat runtuh dan menjadi suatu kaldera.[3] Abu halus dapat menyebar hingga area yang sangat luas. Letusan Plinius sering disertai oleh suara letusan yang nyaring, seperti yang dihasilkan oleh letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883.[4]

Beberapa contoh letusan Plinius yang menghasilkan kaldera antara lain adalah:

Lava yang dihasilkan biasanya riolit dan kaya silikat. Lava Basaltik jarang terdapat pada letusan Plinius, contohnya seperti letusan Gunung Tarawera.[6]

Lihat pula

Rujukan

  1. ↑ "Pliny Letter 6.16". Diakses tanggal 22 Nov 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Plinian Eruptions (U.S. National Park Service)". www.nps.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-11-28.
  3. ↑ Scarth, Alwyn (2004-01-14). Volcanoes: An Introduction (dalam bahasa Inggris). CRC Press. ISBN 978-0-203-21446-6.
  4. ↑ ITB, Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi "GEA" (2020-12-27). SuaraGEA Edisi 2020: Adapt and Overcome. Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi "GEA" ITB.
  5. ↑ Enlightenment activities for improvement on disasters from Tarumae Volcano, Japan, Cities on Volcanoes 4, 23-27 January 2006
  6. ↑ Rose, William Ingersoll (2006-01-01). Volcanic Hazards in Central America (dalam bahasa Inggris). Geological Society of America. ISBN 978-0-8137-2412-6.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan