Rabu, 23 September 2026
21:55 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Plinius Muda

Plinius Muda

Plinius yang Muda (Gaius Plinius Caecilius Secundus)
250px-Como_-_Dome_-_Facade_-_Plinius_the_Elder.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Plinius yang Muda dari abad pertengahan di façade Cathedral of S. Maria Maggiore di Como.
Lahir61 M
Meninggalc. 112 M (usia 51)
PekerjaanPolitikus dan Pengarang
Orang tuaLucius Caecilius Cilo dan Plinia Marcella

Caius Plinius Caecilius Secundus, lahir sebagai Gaius Caecilius atau Gaius Caecilius Cilo (~61 - 112 M.), lebih dikenal sebagai Plinius yang Muda (bahasa Inggris:Plinius the Younger) adalah seorang penulis sejarah yang lahir di Como, dekat Milan, Italia. Ia menjabat sebagai konsul pada zaman Kaisar Trajan (memerintah 98–117 M)[1] dan kemudian diangkat menjadi gubernur provinsi Romawi di Pontus dan Bitinia (Turki) tahun 101-110 M. Pamannya, Plinius yang Tua, membantu membesarkan dan mendidiknya. Mereka berdua menjadi saksi meletusnya gunung Vesuvius tanggal 24 Agustus 79 M. Ratusan tulisannya sekarang menjadi sumber informasi penting untuk sejarah Romawi kuno. Ia adalah teman baik penulis sejarah Tacitus.

250px-Jean-Baptiste-Camille_Corot_-_Como_and_Lake_Como.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kota dan Danau Como ("Lake Como") lukisan tahun 1834 oleh Jean-Baptiste Camille Corot
250px-Como_II.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Como tahun 2003, pemandangan danau

Salah satu tulisannya yang banyak dikenal saat ini adalah suratnya kepada Kaisar Romawi meminta instruksi khusus untuk menginterogasi orang-orang Kristen yang ditangkapnya.[2][3] Dalam bagian "Epistles X 96", ia menyatakan bahwa orang-orang Kristen ini tidak mau menyembah Kaisar Trajan dan tidak mau mengutuki pemimpin mereka, Yesus Kristus, meskipun di bawah siksaan berat sampai mati. Plinius menulis bahwa orang-orang Kristen:
[4]

mempunyai kebiasaan untuk berkumpul pada hari-hari tertentu sebelum fajar, dimana mereka menyanyi bait-bait lagu bergantian kepada Kristus seperti kepada seorang dewa, dan mengikat diri dengan sumpah takzim, bukan untuk melakukan perbuatan jahat, melainkan untuk tidak pernah melakukan kejahatan, pencurian, perzinahan, tidak pernah bersaksi dusta, tidak mengingkari kepercayaan bilamana mereka dipanggil untuk diserahkan. Ketika ini berakhir, mereka mempunyai adat untuk pergi dan berkumpul kembali untuk makan bersama, yang hanya berupa makanan biasa dan sederhana.

Plinius. Epistles 10:96

Plinius menggambarkan orang-orang Kristen sebagai orang-orang yang mencintai kebenaran dengan harga apa pun. Mereka bersedia mati syahid daripada mengingkari iman mereka kepada Yesus, anak Allah. Dari sini didapat informasi, bahwa pada sekitar tahun 100 (jadi belum sampai 70 tahun setelah kematian Yesus), Yesus sudah disembah sebagai Allah oleh orang-orang Kristen.[5][6][7]

Referensi

  1. Julian Bennett, Trajan: optimus princeps: a life and times(New York & London: Routledge, 1997), pp. 113–125.
  2. "Text of letter to the Emperor Trajan". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-08-11. Diakses tanggal 2011-10-18.
  3. Secular References to Jesus: Pliny Diarsipkan 2011-07-28 di Wayback Machine., Tektonics, 2010. pp 1-2
  4. Grant R. Jeffrey. Jesus the Great Debate. Frontier Research Publication, Inc. hal. 164
  5. Robert E. Van Voorst, Jesus outside the New Testament, Wm. B. Eerdmans Publishing, 2000. pp 23-29
  6. Paul Barnett, Title Finding the Historical Christ, Volume 3, Wm. B. Eerdmans Publishing, 2009. pp 59-62
  7. Gary R. Habermas, The historical Jesus: ancient evidence for the life of Christ, College Press, 1996. 197-200
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan