Minggu, 04 Oktober 2026
09:05 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Ultimatum Juli

Ultimatum Juli

Bagikan:
250px-Ultimatum_k.u.k_serbien.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salinan ultimatum

Ultimatum 23 Juli 1914 adalah sebuah nota diplomatik yang disampaikan oleh duta besar Austria-Hungaria di Beograd kepada Menteri Keuangan Serbia [fr]. Penyampaian ultimatum ini dipandang secara luas sebagai pendahulu langsung dari pecahnya Perang Dunia I pada bulan Agustus 1914. Nota tersebut merupakan tanggapan Austria-Hungaria terhadap pembunuhan Adipati Agung Franz Ferdinand oleh para pelaku yang bersekutu dengan Serbia pada bulan sebelumnya, setelah melalui pembahasan selama beberapa minggu.

Teks ultimatum ini dirancang secara cermat agar tidak dapat diterima oleh pemerintah Serbia, sehingga memastikan penolakannya dan dengan demikian memberi casus belli bagi Austria-Hungaria. Tanggapan dari pihak Serbia kemudian ditolak oleh pemerintah Austria-Hungaria.

Kesepakatan antara Austria-Hungaria dan sekutu utamanya, Kekaisaran Jerman,[Catatan 1] telah dicapai sejak tanggal 7 Juli (lihat Krisis Juli).[Catatan 2]

Catatan

  1. ↑ Konstitusi Kekaisaran Jerman 1871 memberikan nama Deutsches Reich bagi negara Jerman yang baru tersebut.
  2. ↑ Sejarawan Fritz Fischer menggambarkan kesepakatan Kekaisaran Jerman tersebut sebagai sebuah "cek kosong."
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan