Senin, 19 Oktober 2026
19:49 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Ultimatum Juli

Ultimatum Juli

Bagikan:
250px-Ultimatum_k.u.k_serbien.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salinan ultimatum

Ultimatum 23 Juli 1914 adalah sebuah nota diplomatik yang disampaikan oleh duta besar Austria-Hungaria di Beograd kepada Menteri Keuangan Serbia [fr]. Penyampaian ultimatum ini dipandang secara luas sebagai pendahulu langsung dari pecahnya Perang Dunia I pada bulan Agustus 1914. Nota tersebut merupakan tanggapan Austria-Hungaria terhadap pembunuhan Adipati Agung Franz Ferdinand oleh para pelaku yang bersekutu dengan Serbia pada bulan sebelumnya, setelah melalui pembahasan selama beberapa minggu.

Teks ultimatum ini dirancang secara cermat agar tidak dapat diterima oleh pemerintah Serbia, sehingga memastikan penolakannya dan dengan demikian memberi casus belli bagi Austria-Hungaria. Tanggapan dari pihak Serbia kemudian ditolak oleh pemerintah Austria-Hungaria.

Kesepakatan antara Austria-Hungaria dan sekutu utamanya, Kekaisaran Jerman,[Catatan 1] telah dicapai sejak tanggal 7 Juli (lihat Krisis Juli).[Catatan 2]

Catatan

  1. ↑ Konstitusi Kekaisaran Jerman 1871 memberikan nama Deutsches Reich bagi negara Jerman yang baru tersebut.
  2. ↑ Sejarawan Fritz Fischer menggambarkan kesepakatan Kekaisaran Jerman tersebut sebagai sebuah "cek kosong."
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan