Selasa, 27 Oktober 2026
10:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Ukiran tulang

Ukiran tulang

kesenian, perkakas, dan Barang-barang yang dibuat dari tulang

Bagikan:
250px-Lilleberge_Plaque_%28BM%29.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Plakat tulang paus Viking dari Lilleberge, Norwegia, abad ke-9. [1]
250px-Alaska_Grasendes_Karibu_c1910_Linden-Museum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penggembalaan karibu buatan Alaska ca 1910 - Muzium Linden

Ukiran tulang adalah penciptaan seni, perkakas, dan barang lainnya dengan cara mengukir tulang binatang, ranggah, dan tanduk. Ukiran tulang dapat menghasilkan ornamen tulang jika dilanjutkan dengan gravir, lukisan, atau teknik lain, atau penciptaan objek dengan bentuk berbeda. Ukiran tulang telah dipraktikkan oleh berbagai budaya di dunia, terkadang sebagai pengganti ukiran gading karena lebih murah dan tidak ilegal. [2] Sebagai bahan, tulang lebih inferior daripada gading dalam hal kekerasan, sehingga mampu memiliki detail yang sangat halus, meski tidak memiliki permukaan yang "berkilau" ala gading. Bagian dalam tulang lebih lembut dan bahkan kurang mampu menghasilkan hasil akhir yang halus, sehingga sebagian besar kegunaannya adalah sebagai plakat tipis, bukan sebagai pahatan berbentuk bulat. [3] Namun tulang tentunya lebih mudah diperoleh di wilayah yang tidak terdapat populasi gajah, walrus, atau sumber gading lainnya.

Ukiran tulang memiliki peran penting dalam seni prasejarah, dengan ukiran terkenal seperti Swimming Reindeer yang terbuat dari tanduk, dan sejumlah patung Venus juga dibuat dari tulang. Peti mati Anglo-Saxon Franks adalah peti mati yang diukir dari tulang ikan paus yang meniru peti mati gading sebelumnya. [4] Peti mati tulang abad pertengahan dibuat oleh bengkel Embriachi di Italia utara (ca 1375 –1425) dan lain-lain, sebagian besar menggunakan deretan plakat tipis yang diukir pada relief. [5]

250px-Roman_Bone_Carving.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wajah yang diukir pada sepotong tulang melengkung. Wajahnya dibingkai oleh rambut dan sebagian hiasan kepala bersayap tetap ada. Seni Koptik

Tulang pipih juga digunakan oleh seniman dan perajin untuk menguji-coba desain mereka, terutama oleh perajin logam. Potongan seperti itu dikenal sebagai "potongan percobaan".

Pada Juli 2021, para ilmuwan melaporkan penemuan ukiran tulang, salah satu karya seni tertua di dunia, yang dibuat oleh Neanderthal sekitar 51.000 tahun lalu. [6] [7]

Tulang paus (balin) dan tulang paus normal sering diukir, terutama untuk dijadikan scrimshaw pada Abad Pertengahan.

Referensi

  1. ↑ "plaque / food-tray / culinary equipment / chopping-board". British Museum. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Maret 2016. Diakses tanggal 26 April 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Sims, Margaret E.; Baker, Barry W.; Hoesch, Robert M. (2011). "Tusk or Bone? An Example of Ivory Substitute in the Wildlife Trade". Ethnobiology Letters. 2: 40–45. doi:10.14237/ebl.2.2011.27. JSTOR 26419931.
  3. ↑ Osborne, 145
  4. ↑ Osborne, 145
  5. ↑ "Casket", Art Institute of Chicago
  6. ↑ Feehly, Conor (6 Juli 2021). "Beautiful Bone Carving From 51,000 Years Ago Is Changing Our View of Neanderthals". ScienceAlert. Diakses tanggal 6 Juli 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Leder, Dirk; et al. (5 Juli 2021). "A 51,000-year-old engraved bone reveals Neanderthals' capacity for symbolic behaviour". Nature Ecology & Evolution. 594 (9): 1273–1282. Bibcode:2021NatEE...5.1273L. doi:10.1038/s41559-021-01487-z. PMID 34226702. Diakses tanggal 6 Juli 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Osborne, Harold (ed), The Oxford Companion to Art, 1970, OUP, ISBN019866107X
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan