Minggu, 04 Oktober 2026
15:26 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Udang Karang

Bagikan:

Udang Karang merupakan binatang air yang jepitnya besar dan tubuhnya diselimuti oleh kulit tubuh yang keras.[1] Udang karang biasanya hidup di perairan daerah air tawar dan tubuhnya lebih kecil dibandingkan dengan binatang air seperti lobster.[1] Udang karang biasanya hidup di lubang di tepi sungai dan danau atau biasanya udang karang juga sering berada dan hidup di bawah batu pada perairan air tawar.[1] Udang karang mempertahankan hidupnya dengan memakan hewan air lain seperti siput, serangga, atau memakan ikan mati.[1] Udang karang memiliki nama ilmiah yaitu crayftsh.[2] Udang karang biasanya berburu makanan pada malam hari.[2] Udang karang yang biasanya dikenal dengan nama lain crayftsh merupakan salah satu marga dari krustasea laut yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi.[3] Australia merupakan salah satu negara yang mempunyai potensi sangat besar akan kekayaan alam seperti udang karang sehingga tidak heran jika udang karang di negara Australia menjadi salah satu komunitas ekspor yang cukup menjanjikan nilai ekonomis.[1] Penangkapan udang karang di Indonesia masih menjadi usaha sambilan karena masih menggunakan peralatan yang sederhana.[3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 ohn Farndon,Jon Kirkwood.Ensiklopedia Mini Hewan. Penerbit:Erlangga.89
  2. 1 2 Lesley Rees.Planet Kehidupan.2006.Penerbit:Erlangga.87
  3. 1 2 M. Kasim Moosa, Indra Aswandy.Udang karang (Panulirus spp.) dari perairan Indonesia.1984.Penerbit:Proyek Studi Potensi Sumber Daya Alam Indonesia, Studi Potensi Sumber Daya Hayati Ikan, Lembaga Oseanologi Nasional, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.1,18


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan