Minggu, 11 Oktober 2026
12:30 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Udang Karang

Bagikan:

Udang Karang merupakan binatang air yang jepitnya besar dan tubuhnya diselimuti oleh kulit tubuh yang keras.[1] Udang karang biasanya hidup di perairan daerah air tawar dan tubuhnya lebih kecil dibandingkan dengan binatang air seperti lobster.[1] Udang karang biasanya hidup di lubang di tepi sungai dan danau atau biasanya udang karang juga sering berada dan hidup di bawah batu pada perairan air tawar.[1] Udang karang mempertahankan hidupnya dengan memakan hewan air lain seperti siput, serangga, atau memakan ikan mati.[1] Udang karang memiliki nama ilmiah yaitu crayftsh.[2] Udang karang biasanya berburu makanan pada malam hari.[2] Udang karang yang biasanya dikenal dengan nama lain crayftsh merupakan salah satu marga dari krustasea laut yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi.[3] Australia merupakan salah satu negara yang mempunyai potensi sangat besar akan kekayaan alam seperti udang karang sehingga tidak heran jika udang karang di negara Australia menjadi salah satu komunitas ekspor yang cukup menjanjikan nilai ekonomis.[1] Penangkapan udang karang di Indonesia masih menjadi usaha sambilan karena masih menggunakan peralatan yang sederhana.[3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 ohn Farndon,Jon Kirkwood.Ensiklopedia Mini Hewan. Penerbit:Erlangga.89
  2. 1 2 Lesley Rees.Planet Kehidupan.2006.Penerbit:Erlangga.87
  3. 1 2 M. Kasim Moosa, Indra Aswandy.Udang karang (Panulirus spp.) dari perairan Indonesia.1984.Penerbit:Proyek Studi Potensi Sumber Daya Alam Indonesia, Studi Potensi Sumber Daya Hayati Ikan, Lembaga Oseanologi Nasional, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.1,18


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan