Rabu, 04 November 2026
10:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Udang Karang

Bagikan:

Udang Karang merupakan binatang air yang jepitnya besar dan tubuhnya diselimuti oleh kulit tubuh yang keras.[1] Udang karang biasanya hidup di perairan daerah air tawar dan tubuhnya lebih kecil dibandingkan dengan binatang air seperti lobster.[1] Udang karang biasanya hidup di lubang di tepi sungai dan danau atau biasanya udang karang juga sering berada dan hidup di bawah batu pada perairan air tawar.[1] Udang karang mempertahankan hidupnya dengan memakan hewan air lain seperti siput, serangga, atau memakan ikan mati.[1] Udang karang memiliki nama ilmiah yaitu crayftsh.[2] Udang karang biasanya berburu makanan pada malam hari.[2] Udang karang yang biasanya dikenal dengan nama lain crayftsh merupakan salah satu marga dari krustasea laut yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi.[3] Australia merupakan salah satu negara yang mempunyai potensi sangat besar akan kekayaan alam seperti udang karang sehingga tidak heran jika udang karang di negara Australia menjadi salah satu komunitas ekspor yang cukup menjanjikan nilai ekonomis.[1] Penangkapan udang karang di Indonesia masih menjadi usaha sambilan karena masih menggunakan peralatan yang sederhana.[3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 ohn Farndon,Jon Kirkwood.Ensiklopedia Mini Hewan. Penerbit:Erlangga.89
  2. 1 2 Lesley Rees.Planet Kehidupan.2006.Penerbit:Erlangga.87
  3. 1 2 M. Kasim Moosa, Indra Aswandy.Udang karang (Panulirus spp.) dari perairan Indonesia.1984.Penerbit:Proyek Studi Potensi Sumber Daya Alam Indonesia, Studi Potensi Sumber Daya Hayati Ikan, Lembaga Oseanologi Nasional, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.1,18


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan