Kamis, 05 November 2026
09:33 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
UNPROFOR

UNPROFOR

Bagikan:
Pasukan Perlindungan Perserikatan Bangsa-Bangsa
250px-UNOPROFOR.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Pasukan Perlindungan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dikenakan oleh pengamat militer
Aktif1992–1995
PeranPenjaga perdamaian
Jumlah personel38.000
Bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa
PertempuranPerang Kemerdekaan Kroasia (1991–1995)
Perang Bosnia (1991–1995)
Tokoh
Tokoh berjasaJenderal Bernard Janvier

Pasukan Perlindungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Inggris: United Nations Protection Force, UNPROFOR) adalah kekuatan penjaga perdamaian pertama di Kroasia dan di Bosnia-Herzegovina selama Perang Yugoslavia. Pasukan ini mulai diadakan pada permulaan pelibatan PBB pada bulan Februari 1992, dan diubah menjadi bentuk atau struktur lain pada bulan Maret 1995. Dalam bahasa Prancis, namanya menjadi FORPRONU (Force de Protection des Nations Unies).

Personil

UNPROFOR terdiri dari hampir 39,000 personel, 320 diantaranya tewas ketika sedang bertugas. Pasukan penjaga perdamaian ini terdiri dari pasukan dari Argentina, Bangladesh, Belgia, Brasil, Kanada, Kolombia, Ceko, Denmark, Mesir, Estonia, Finlandia, Prancis, Ghana, India, Indonesia, Irlandia, Italia, Jordania, Kenya, Lithuania, Malaysia, Nepal, Belanda, Selandia Baru, Nigeria, Norwegia, Pakistan, Polandia, Portugal, Rusia, Slowakia, Spanyol, Swedia, Swiss, Tunisia, Turki, Ukraina, Inggris dan Amerika Serikat.

Komandan pasukan UNPROFOR adalah:

Perwira yang terkemuka:

Mandat

UNPROFOR dibentuk dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 743 pada 21 Februari 1992.[2] Mandat pertama UNPROFOR adalah untuk menciptakan kondisi untuk menyelenggarakan pembicaraan damai, dan keamanan di tiga daerah enklaf demiliterisasi "safe-haven" yang ditentukan sebagai daerah perlindungan PBB (UNPA) yang berlokasi di Kroasia: Slavonia Timur, Slavonia Barat dan Krajina. Tempat tersebut adalah pemukiman warga Serbia yang diorganisasikan menjadi Republik Krajina Serbia.

Tahun 1992, mandat diperluas dengan apa yang dinamakan "pink zones" yang mengontrol akses ke UNPA,[3] kontrol beberapa perbatasan dan monitoring akses warga sipil ke Pink Zones,[4] dan kontrol daerah demiliterisasi di semenanjung Prevlaka dekat Dubrovnik.[5]

Referensi

  1. ↑ "Chances for Peace: Canadian Soldiers in the Balkans 1992-1995". seanmmaloney. 2007. Diarsipkan dari asli (HTML) tanggal 2008-05-14. Diakses tanggal 2008-03-26. Jenderal Jean Cot was UNPROFOR commander in July 1993. Secretary Jenderal Boutros-Ghali recalled Jenderal Cot to Prancis in Maret 1994. He resigned in June. He was named Grand Officer de la legion d'Honneur with five citations, was awared the Commander's Cross of Merit of the Federal Republic of Germany and the Legion of Merit (United States
  2. ↑ 743. S/RES/743(1992) 21 February 1992. Retrieved 2008-04-10.
  3. ↑ 762. S/RES/762(1992) 30 June 1992. Retrieved 2008-04-10.
  4. ↑ 769. S/RES/769(1992) 7 August 1992. Retrieved 2008-04-10.
  5. ↑ 779. S/RES/779(1992) 6 October 1992. Retrieved 2008-04-10.

Lihat pula

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan