Selasa, 03 November 2026
18:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

UGL (perusahaan)

Bagikan:
UGL
JenisAnak perusahaan
IndustriKonstruksi dan rekayasa
Wilayah yang dilayani
Australia, Selandia Baru, dan Asia
Tokoh kunci
Doug Moss, Direktur Utama
LayananRekayasa
PemilikCIMIC Group
Jumlah karyawan
7.850 (Juni 2016)
IndukCIMIC Group
DivisiUGL Rail

UGL, sebelumnya dikenal sebagai United Group, adalah sebuah perusahaan rekayasa asal Australia. Perusahaan ini menyediakan jasa konstruksi, pemeliharaan, dan manajemen aset untuk sektor perkeretaapian, sumber daya alam, dan infrastruktur, serta jasa manajemen fasilitas dan alih daya proses bisnis untuk sektor properti. Perusahaan ini beroperasi di Australia, Selandia Baru, dan Asia. Perusahaan ini dibeli oleh CIMIC Group pada bulan Desember 2016.

Sejarah

Perusahaan ini didirikan sebagai sebuah perusahaan konstruksi rekayasa di Perth, Western Australia pada tahun 1970 oleh Charlie Bontempo, Sam Castelli, John Rubino, dan John Trettel. Pada tahun 1988, perusahaan ini mengubah namanya menjadi United Construction Group.[1]

Perusahaan ini kemudian mengakuisisi sejumlah perusahaan, antara lain Kilpatrick Green pada tahun 1998, Goninan pada tahun 1999, KFPW pada tahun 2002, Thames Water Projects Asia pada tahun 2004, Premas International dan bisnis perkeretaapian dari Alstom di Australia dan Selandia Baru pada tahun 2005, Equis Corporation dan Peak Security pada tahun 2006, dan Unicco Services Company pada tahun 2007.[2]

Pada tahun 2011, perusahaan ini mengakuisisi DTZ, yang kemudian dijual pada tahun 2014 ke sebuah konsorsium yang beranggotakan TPG Capital, PAG Asia Capital, dan Ontario Teachers' Pension Plan.[3]

Pada bulan Oktober 2016, CIMIC Group berhasil menguasai mayoritas saham perusahaan ini,[4] dan pada bulan December 2016, CIMIC diwajibkan membeli sisa saham perusahaan ini yang belum mereka pegang.[5]

Linimasa

  • 1994 – Melantai di Australian Securities Exchange dengan nama United Construction
  • 1997 – Mengubah namanya menjadi United Group Limited
  • 1998 – Mengakuisisi Kilpatrick Green
  • 1999 – Mengakuisisi Goninan[6]
  • 2002 – Mengakuisisi KFPW dari Knight Frank & PwC[7]
  • 2004 – Mengakuisisi Thames Water Projects Asia dari Thames Water[8]
  • 2005 – Mengakuisisi Premas, serta bisnis Alstom di Australia dan Selandia Baru[9]
  • 2006 – Mengakuisisi Equis, Fischer Industries, Goulburn Railway Workshops,[10] Peak Security, dan Steelplan
  • 2007 – Mengakuisisi Proactive Communication Solutions dan Unicco
  • 2009 – Mengakuisisi UGL Limited
  • 2011 – Mengakuisisi DTZ[11]
  • 2014 – Mengakuisisi DTZ[3]
  • 2016 – Diambil alih oleh CIMIC Group

Referensi

  1. ↑ Timeline UGL
  2. ↑ - Our History UGL
  3. 1 2 DTZ becomes a private independent global property services company DTZ
  4. ↑ unconditional offer for UGL[pranala nonaktif] CIMIC 10 October 2016
  5. ↑ Compulsory Acquisition of Remaining Shares in UGL Limited CIMIC Group 19 December 2016
  6. ↑ "United Group Buys Goninan from Howard Smith" Railway Digest October 1999 page 12
  7. ↑ United Group expands services business with acquisition of KFPW United Group 27 August 2003
  8. ↑ United Group strengthens presence in water sector with $15 million acquisition of Thames Water Projects Australia, Singapore & Malaysia United Group 15 June 2004
  9. ↑ Alstom signs agreement with United Group for sale of Australian & New Zealand transport business Alstom 2 June 2005
  10. ↑ UGL shuts up shop Goulburn Post 7 May 2010
  11. ↑ Ruddick, Graham (6 Desember 2011). "DTZ sold to Australia's UGL". The Daily Telegraph. London. Diakses tanggal 11 Desember 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan