Selasa, 03 November 2026
14:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Typhonium cochleare

Typhonium cochleare

Bagikan:
Typhonium cochleare
lossy-page1-250px-%28Typhonium%29%28cochleare%29%28%29%28p%29%28wp%29%28DTL%29%28%29%28D.T.Liddle3572%29%28%29.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Monokotil
Ordo: Alismatales
Famili: Araceae
Genus: Typhonium
Spesies:
T. cochleare
Nama binomial
Typhonium cochleare
A.Hay, 1993[1]

Typhonium cochleare adalah spesies tumbuhan berbunga dalam keluarga Araceae (keluarga arum). Spesies ini berasal dari Australia dan merupakan bagian dari genus Typhonium, yang dikenal dengan struktur bunga khas berupa spadiks yang dibungkus oleh seludang (spata). Tanaman ini umumnya tumbuh di lingkungan tropis hingga subtropis dan menunjukkan adaptasi terhadap kondisi musiman di habitat aslinya.

Penjelasan

lossy-page1-250px-%28Typhonium%29%28cochleare%29%28%29%28p%29%28infl%29%28IDC%29%281216%29%28IDC14123%29%28ex_MaryRNP_022%29.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bunga Typhonium cochleare

Typhonium cochleare adalah tumbuhan herba tahunan yang tergolong geofit, yakni tumbuh dari umbi bawah tanah dan mengalami daur hidup musiman. Umbi tanaman ini berdiameter sekitar 2 cm.[2]

Daunnya menunjukkan variasi bentuk yang cukup luas, mencerminkan keragaman morfologis dalam spesies ini. Bunga T. cochleare tersusun dalam struktur khas famili Araceae, yaitu spadiks, yang dibungkus oleh seludang (spata) sepanjang sekitar 17 cm. Seludang ini berperan sebagai pelindung dan penarik perhatian penyerbuk.[2]

Distribusi dan Habitat

250px-%28Typhonium%29%28cochleare%29%28%29%28p%29%28wp%29%28DTL%29%28%29%28D.T.Liddle3572%29%28%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Typhonium cochleare

Typhonium cochleare ditemukan di wilayah tropis Top End di Northern Territory, Australia, dengan sebaran yang mencakup area dari sekitar Darwin hingga Arnhemland. Spesies ini umumnya tumbuh di hutan terbuka, yaitu habitat dengan kanopi pohon yang jarang sehingga memungkinkan cahaya matahari mencapai permukaan tanah. Kondisi ini mendukung pertumbuhan berbagai jenis herba musiman seperti T. cochleare, yang beradaptasi dengan siklus musim basah dan kering di wilayah tersebut.[2]

Referensi

  1. ↑ Hay, A (1993). "The genus Typhonium (Araceae-Areae) in Australasia". Blumea. 37 (2): 345–376. Diakses tanggal 30 September 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Hay, A (1993). "The genus Typhonium (Araceae-Areae) in Australasia". Blumea. 37 (2): 345–376. Diakses tanggal 30 September 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Daftar Spesies
Zantedeschia aethiopica
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan