Sabtu, 24 Oktober 2026
21:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Typhonium johnsonianum

Typhonium johnsonianum

Bagikan:
Typhonium johnsonianum
250px-Typhonium_johnsonianum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Monokotil
Ordo: Alismatales
Famili: Araceae
Genus: Typhonium
Spesies:
T. johnsonianum
Nama binomial
Typhonium johnsonianum
A.Hay & S.Taylor, 1996[2]

Typhonium johnsonianum adalah spesies tumbuhan dalam famili talas-talasan (Araceae) yang endemik di Wilayah Utara (Northern Territory), Australia.

Deskripsi

Spesies ini merupakan tumbuhan herba menahun geofit peluruh daun, yang tumbuh kembali setiap tahun dari kormus berbentuk hemisfer (setengah bola) berwarna krem. Daunnya yang berbentuk oval dan berwarna hijau muda kusam memiliki panjang 3,5 cm dan lebar 1,7 cm, dengan tangkai sepanjang 4 cm. Bunganya terbungkus dalam seludang berwarna hijau, cokelat, dan merah marun sepanjang 5 cm, yang muncul pada bulan Desember.[3]

Spesies ini dinamai menurut nama botaniwan Australia L.A.S. Johnson setelah ulang tahunnya yang ke-70.[4]

Distribusi dan habitat

Spesies ini hanya diketahui berada di wilayah tropis Top End di Wilayah Utara. Hanya dua lokasi yang diketahui, yaitu di Cagar Alam Black Jungle dan Taman Nasional Kakadu.[4]

Tipe lokalitasnya adalah area terbuka berumput di antara hutan Acacia auriculiformis / Melaleuca dan hutan Lophostemon lactifluus, dekat tepi dataran banjir, di tanah berpasir yang memiliki drainase baik dengan muka air tanah yang tinggi selama musim hujan.[3]

Status konservasi

NT Flora mencantumkan spesies ini sebagai "kurang data" (data deficient).[5] IUCN (2013) mencantumkannya sebagai "rentan" (vulnerable).[1]

Referensi

  1. 1 2 Crook, V. (2013). "Typhonium johnsonianum. The IUCN Red List of Threatened Species 2013: e.T44393445A44433842". iucn. doi:10.2305/IUCN.UK.2013-1.RLTS.T44393445A44433842.en. Diakses tanggal 12 Januari 2024.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Hay, A; Taylor, SM (1996). "A new species of Typhonium Schott (Araceae-Areae) from the Northern Territory, with notes on the conservation status of two Areae endemic to the Tiwi Islands". Telopea. 6 (4): 563–567. doi:10.7751/telopea19963024 – via BHL.
  3. 1 2 "Typhonium johnsonianum A.Hay & S.M.Taylor". Plants of the World Online. Royal Botanic Gardens, Kew. 2021. Diakses tanggal 4 Oktober 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Holmes, Jarrad; Bisa, Deborah; Hill, Audrey; Crase, Beth (Mei 2005). A Guide to Threatened, Near Threatened and Data Deficient Plants in the Litchfield Shire of the Northern Territory. Ultimo, Australia: WWF-Australia. hlm. 6. ISBN 1-87594185-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ http://eflora.nt.gov.au/factsheet?id=12120
Ikon rintisan

Artikel bertopik yang berkaitan dengan Araceae ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan