Mary Mallon | |
|---|---|
Mallon, ca 1909 | |
| Lahir | (1869-09-23)23 September 1869 Cookstown, County Tyrone, Britania Raya |
| Meninggal | 11 November 1938(1938-11-11) (umur 69) Pulau North Brother, New York, Amerika Serikat |
Tempat peristirahatan terakhir | Pemakaman Saint Raymond, New York, Amerika Serikat |
| Nama lain | Typhoid Mary |
| Pekerjaan | Juru masak |
Mary Mallon (23 September 1869 – 11 November 1938), yang lebih dikenal sebagai Typhoid Mary, adalah seorang juru masak kelahiran Irlandia yang menetap di Amerika Serikat sejak usia muda dan diyakini telah menularkan hingga lima puluh tujuh orang dengan bakteri penyebab demam tifoid. Penularan tersebut mengakibatkan tiga kematian yang telah dipastikan. Ia merupakan orang pertama di Amerika Serikat yang diidentifikasi sebagai pembawa tanpa gejala bakteri Salmonella Typhi.
Antara tahun 1897 dan 1907, Mallon bekerja di rumah beberapa keluarga yang bermukim di New York; anggota dari empat rumah tangga tersebut kemudian terjangkit demam tifoid. Penyelidikan yang dilakukan oleh George Soper, seorang epidemiolog di Departemen Kesehatan New York, mengidentifikasi Mallon sebagai kemungkinan vektor penyakit. Pada tahun 1907, ia secara paksa dikarantina di Rumah Sakit Riverside, sebuah institusi bagi penderita penyakit yang wajib dikarantina, di Pulau North Brother di Sungai East Kota New York. Ia dibebaskan pada tahun 1910 setelah bersumpah akan melapor ke departemen kesehatan setiap tiga bulan dan tidak lagi bekerja sebagai juru masak.
Wabah demam tifoid lainnya di Rumah Sakit Bersalin Sloane pada awal tahun 1915 mengakibatkan dua puluh lima kasus dan dua kematian. Mallon diidentifikasi sebagai pihak yang bertanggung jawab dan dikembalikan ke Pulau North Brother. Ia tetap berada di sana hingga meninggal dunia pada tahun 1938. Julukannya, yang diciptakan oleh para pejabat departemen kesehatan, kemudian menjadi istilah umum untuk menyebut siapa pun yang menyebarkan penyakit.
Kasus Mallon memunculkan pertanyaan etis mengenai keseimbangan antara perlindungan terhadap kebebasan individu dan tuntutan kesehatan masyarakat. Ia diperlakukan berbeda dibandingkan empat ratus pembawa asimtomatik demam tifoid lainnya yang diidentifikasi selama masa karantinanya. Mereka yang bekerja di industri makanan diberi pekerjaan dan biaya sewa tempat tinggal mereka ditanggung oleh negara, serta tidak seorang pun dikurung selama jangka waktu yang sama seperti dirinya. Kisah Mallon kembali ditelaah dan dievaluasi, khususnya selama wabah HIV/AIDS, tuberkulosis, dan COVID-19.
Biografi
Masa awal, 1869–1897
Mary Mallon lahir pada 23 September 1869 di Cookstown, County Tyrone, di bagian utara Pulau Irlandia, dari pasangan John Mallon dan Catherine Igo. Tingkat pendidikan Mary tidak diketahui, meskipun ia pernah mengenyam pendidikan formal. Pada tahun 1883, ketika berusia sekitar lima belas tahun, ia beremigrasi ke Amerika Serikat dengan menumpang kapal uap Ethiopia. Setibanya di Kota New York, ia mula-mula tinggal bersama bibinya.[1][2][a] Mallon kemudian memperoleh pekerjaan sebagai juru masak pribadi bagi sejumlah keluarga kaya di New York; ia membangun reputasi yang baik berkat hasil kerjanya dan memperoleh upah yang tinggi. Pada beberapa pekerjaan, ia tinggal di rumah majikannya; pada kesempatan lain, ia tinggal bersama teman-temannya, termasuk seorang pria bernama A. Briehof.[1][3] Penulis biografinya, Judith Walzer Leavitt, berpendapat bahwa pola karier Mallon mencerminkan terbatasnya pilihan pekerjaan yang tersedia bagi perempuan lajang dengan latar belakang etnis dan status sosial ekonomi seperti dirinya.[4]
Karier awal, 1897–1906

Antara tahun 1897 dan 1906, Mallon bekerja sebagai juru masak bagi beberapa keluarga, yang anggota dari empat di antaranya kemudian terserang demam tifoid.[5][b] Dari tahun 1897 hingga 1900, ia memasak untuk sebuah keluarga di Mamaroneck, New York; tidak seorang pun dari keluarga maupun staf rumah tangga yang terserang demam tifoid selama masa tersebut. Seorang tamu jatuh sakit akibat demam tifoid pada September 1900, sepuluh hari setelah ia datang menginap bersama keluarga itu.[c] Sebelumnya, tamu tersebut berada di East Hampton, yang saat itu sedang mengalami wabah.[9] Dari tahun 1901 hingga 1902, Mallon bekerja selama sebelas bulan untuk sebuah keluarga di New York. Tukang cuci keluarga tersebut dirawat di rumah sakit pada 9 Desember 1901 karena demam tifoid.[5]
Pada tahun 1902, Mallon bekerja untuk pengacara sekaligus tokoh masyarakat J. Coleman Drayton, ketika ia dan keluarganya menghabiskan musim panas di Dark Harbor, Maine. Empat anggota keluarga dan lima orang staf jatuh sakit, sedangkan hanya Drayton dan Mallon yang tidak terinfeksi. Mallon tetap tinggal bersama keluarga itu untuk membantu merawat mereka yang sakit, dan sebagai imbalannya Drayton memberinya bonus sebesar 50 dolar Amerika.[d] Dua orang dokter, Edwin Daniels dari Boston dan Louis Starr dari Philadelphia, menyelidiki kasus tersebut dan menyimpulkan bahwa pelayan laki-laki yang bertugas menyajikan makanan merupakan pembawa demam tifoid.[11][12]
Pada pertengahan tahun 1904, Mallon bekerja sebagai juru masak untuk Henry Gilsey dan keluarganya di rumah musim panas mereka di Sands Point. Empat anggota staf—yang tinggal terpisah dari keluarga Gilsey—terjangkit demam tifoid, sedangkan tidak seorang pun anggota keluarga yang sakit.[e] Robert Wilson, pengawas rumah sakit penyakit menular di Departemen Kesehatan Kota New York, melakukan penyelidikan. Ia meyakini bahwa tukang cuci merupakan sumber wabah tersebut, tetapi tidak dapat membuktikannya.[13][14]
Pada tahun 1906, Mallon bekerja sebagai juru masak untuk Charles Henry Warren, seorang bankir asal New York. Warren dan keluarganya menghabiskan musim panas tahun itu di Oyster Bay, di kawasan Pesisir Utara Long Island, dengan menyewa sebuah rumah milik George Thompson.[6] Pada 27 Agustus, salah seorang putri Warren terserang demam tifoid hingga tidak mampu beraktivitas, dan lima anggota keluarga lainnya dari total sebelas orang juga jatuh sakit. Seluruhnya kemudian pulih.[2][15]
Diidentifikasi sebagai pembawa tifoid, 1906–1909

Thompson khawatir tidak akan dapat menyewakan propertinya kembali, sehingga ia menyewa George Soper, seorang insinyur sanitasi dan epidemiolog dari Departemen Kesehatan Kota New York, untuk menyelidiki sumber permasalahan tersebut.[7] Soper adalah seorang penyelidik ternama dan, menurut mikrobiolog Richard Adler dan epidemiolog Elise Mara, dijuluki sebagai "pembasmi epidemi".[2] Pada tahap pertama penyelidikannya, Soper menyingkirkan penyebab-penyebab umum tifoid: kontak dengan orang yang terinfeksi serta pencemaran pada pasokan makanan, air, dan susu. Setelah mewawancarai penghuni rumah, ia mendapati bahwa Mallon mulai bekerja pada 4 Agustus dan meninggalkan rumah itu tiga minggu setelah wabah merebak. Pada awalnya ia ragu apakah seorang juru masak dapat menjadi sumber penularan, karena proses memasak seharusnya membunuh bakteri. Namun, keyakinannya semakin kuat setelah mengetahui bahwa Mallon menyiapkan hidangan penutup berupa es krim dengan buah persik segar. Menurut Leavitt, hidangan ini "merupakan media yang sangat baik bagi penularan tifoid".[5][16][17]
Nyonya Warren memberi tahu Soper bahwa Mallon direkrut melalui biro penyalur kerja milik Nyonya Stricker.[9][f] Biro tersebut menggambarkan Mallon sebagai "seorang perempuan Irlandia berusia sekitar 40 tahun, bertubuh tinggi, berperawakan besar, belum menikah. Ia tampak berada dalam kondisi kesehatan yang sempurna."[18] Mereka memberikan salinan riwayat pekerjaan Mallon kepada Soper, yang kemudian mencocokkannya dengan kasus-kasus tifoid yang telah diketahui. Ia menemukan bahwa Mallon pernah bekerja pada delapan keluarga, dan tujuh di antaranya mengalami wabah tifoid.[19][9] Soper mengidentifikasi dua puluh enam kasus tifoid yang berkaitan dengan Mallon. Leavitt menulis, "Jumlah ini sebenarnya cukup kecil dan menunjukkan bahwa banyak orang yang makan masakan Mallon selama tahun-tahun tersebut kemungkinan telah memiliki kekebalan terhadap tifoid".[20] Soper mengetahui keberadaan pembawa tanpa gejala—orang yang terinfeksi suatu patogen tetapi tidak menunjukkan tanda maupun gejala penyakit—karena ia sangat memahami berbagai literatur Eropa mengenai topik tersebut.[21][22] Ia kemudian mengembangkan hipotesis bahwa Mallon merupakan pembawa tifoid yang sehat dan ingin memperoleh sampel darinya untuk menguji gagasan tersebut.[23]

Sementara Soper masih melakukan penyelidikan, Mallon tetap bekerja. Pada September dan Oktober 1906, ia memasak untuk keluarga George Kessler di rumah mereka di Tuxedo Park. Dua minggu setelah kedatangannya, seorang binatu perempuan terserang tifoid. Pada masa itu tidak ada kasus penyakit tersebut di Tuxedo Park, dan seluruh staf lainnya telah lama bekerja untuk keluarga tersebut.[24] Pada November atau Desember 1906, Mallon mulai memasak di kediaman Walter Bowen di Park Avenue. Pada 23 Januari 1907, seorang pelayan kamar terserang tifoid. Putri Bowen juga jatuh sakit akibat penyakit tersebut dan meninggal dunia; ia merupakan orang pertama yang diketahui meninggal karena berkaitan dengan Mallon.[14][25]
Soper menemui Mallon pada Maret 1907 di rumah keluarga Kessler. Ia menjelaskan situasinya dan mengatakan bahwa ia memerlukan sampel darah, urine, dan feses Mallon.[19][25] Menurut penuturan Soper:
Tidak butuh waktu lama bagi Mary untuk bereaksi terhadap usul tersebut. Ia meraih garpu ukir daging dan maju ke arah saya. Saya segera berlari menyusuri lorong panjang yang sempit, melewati gerbang besi yang tinggi, keluar menuju halaman belakang, lalu sampai ke trotoar. Saya merasa cukup beruntung karena berhasil lolos.[26]
Soper—bersama rekannya B. Raymond Hoobler—kemudian mengunjungi Mallon di rumah indekosnya di Third Avenue yang ia tempati bersama Briehof.[1][27] Soper mengenang, "Mary marah melihat saya muncul tanpa diduga".[28] Ia kembali berusaha menjelaskan keadaan, tetapi tetap gagal membujuknya.[29] Ketika kedua pria itu pergi, mereka "diiringi rentetan makian dari puncak tangga".[28] Penolakan Mallon didasarkan pada keyakinannya bahwa dirinya tidak terinfeksi.[30]
Soper melaporkan temuannya kepada atasannya dan merekomendasikan agar Mallon ditangkap sehingga sampel fesesnya dapat diambil untuk diperiksa. Seorang dokter perempuan dan seorang inspektur dari departemen kesehatan, Sara Josephine Baker, dikirim untuk membujuk Mallon. Upaya ini juga berakhir gagal, sehingga Baker kembali keesokan harinya, 20 Maret 1907, didampingi polisi. Mallon membuka pintu sambil memegang garpu saji yang panjang; ia menerjang para pengunjung, kemudian melarikan diri ke bagian belakang rumah dan bersembunyi di sebuah gudang kebun. Baker menggambarkan kejadian itu: "Mary sudah bersiap dan mengintip keluar sambil memegang garpu dapur panjang di tangannya seperti sebuah rapier."[31][32] Ia ditemukan di gudang tersebut dan kembali melakukan perlawanan. Baker melaporkan bahwa "Ia keluar sambil melawan dan memaki, dua hal yang dapat dilakukannya dengan efektivitas dan kegigihan yang mengerikan."[33] Mallon kemudian dimasukkan ke dalam ambulans dan dibawa ke Rumah Sakit Willard Parker. Untuk menghentikan perlawanannya, Baker harus duduk di atas dada Mallon selama perjalanan.[34]
Mallon ditahan di Willard Parker selama beberapa bulan. Fesesnya diperiksa tiga kali setiap minggu dan hasilnya menunjukkan adanya Bacillus typhosus. Kondisinya terbukti tidak merespons berbagai pengobatan yang diberikan, dan Mallon menolak mempertimbangkan pengangkatan kantong empedunya, organ utama tempat basil tifoid bertahan di dalam tubuh.[34][29][g] Bukti tersebut sudah cukup bagi Departemen Kesehatan untuk memindahkannya ke Rumah Sakit Riverside, sebuah lembaga yang menangani penyakit-penyakit yang harus dikarantina, di Pulau North Brother. Ia tinggal di sana selama tiga tahun, menempati sebuah pondok kecil di samping rumah sakit; ia diizinkan berjalan-jalan di sekitar pulau dan dapat menggunakan berbagai fasilitas, termasuk kapel.[34][37][38]
Dibebaskan dari Pulau North Brother, 1909–1915

Pada tahun 1909, Mallon menggugat perpanjangan penahanannya melalui jalur hukum. Leavitt meyakini bahwa surat kabar milik William Randolph Hearst, New York American, menyediakan dana untuk membayar pengacaranya, George Francis O'Neill.[39] O'Neill mengajukan permohonan habeas corpus dengan tujuan membebaskannya. Kasus tersebut membuat Mallon menjadi perhatian publik berkat pemberitaan luas di New York American. Pada 20 Juni 1909, surat kabar itu menerbitkan artikel yang menjulukinya 'Mary Tifoid', "perempuan paling tidak berbahaya sekaligus paling berbahaya di Amerika"; julukan tersebut pertama kali diberikan oleh pejabat Departemen Kesehatan dan kemudian digunakan oleh para jurnalis.[25][40][h] Dalam artikel lain yang terbit pada 30 Juni di New York American, surat kabar itu menyerukan agar masyarakat menunjukkan "belas kasihan kepada perempuan sebatang kara yang tidak memiliki sanak keluarga ataupun sahabat tempat ia dapat meminta pertolongan".[42] Persidangan perkara Mallon berlangsung pada akhir Juni hingga awal Juli 1909 di hadapan hakim Mitchell Erlanger dan Leonard Giegerich. Putusan dijatuhkan pada pertengahan Juli: Mallon tetap harus menjalani penahanan di rumah sakit.[43] Keputusan tersebut didasarkan pada putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat tahun 1905 dalam perkara Jacobson v. Massachusetts, yang menegaskan kewenangan negara bagian untuk memberlakukan vaksinasi wajib demi melindungi kesehatan masyarakat.[38][44]
Pada tahun 1910, Ernst J. Lederle diangkat sebagai komisioner kesehatan Kota New York yang baru. Pada 19 Februari, ia membebaskan Mallon dari penahanan wajibnya di Pulau North Brother. Mallon menandatangani perjanjian untuk melapor kepada Departemen Kesehatan setiap tiga bulan sekali serta tidak lagi bekerja sebagai juru masak, yang menurut departemen tersebut sudah cukup untuk memastikan bahwa ia tidak akan menularkan tifoid kepada orang lain.[44][45][46] Lederle menjelaskan:
Ia dibebaskan karena telah cukup lama dikurung sehingga memahami tindakan pencegahan yang harus dijalankannya. Selama ia mematuhinya, saya hampir tidak khawatir bahwa ia akan membahayakan orang-orang di sekitarnya. Hal utama yang harus diperhatikannya adalah menjaga kebersihan diri dan tidak terlibat dalam penyiapan makanan bagi orang lain. ... Ia telah berjanji akan melapor kepada saya secara berkala dan tidak akan lagi bekerja sebagai juru masak.[47]
Setelah dibebaskan, Lederle mencarikan pekerjaan bagi Mallon di sebuah usaha binatu. Menurut Leavitt, Mallon tidak kembali bekerja sebagai juru masak setidaknya hingga Desember 1911, dan mungkin bahkan sampai September 1912. Namun, pada November 1914, Departemen Kesehatan sudah tidak lagi mengetahui keberadaannya. Departemen tersebut menduga bahwa ia bekerja sebagai juru masak di sebuah penginapan di New Jersey pada tahun 1913 dan 1914; Soper mengklaim bahwa selama periode yang sama ia juga memasak untuk sejumlah keluarga, termasuk satu keluarga di Newfoundland, New Jersey, dan bahwa enam kasus tifoid tambahan berkaitan dengannya, meskipun ia tidak memberikan bukti.[48] Sejarawan Alan M. Kraut menulis bahwa Mallon "secara pasti terkait" dengan sebuah wabah di New Jersey dan kemungkinan juga berhubungan dengan sejumlah kasus lain di Marblehead, Massachusetts.[49] Leavitt menyatakan bahwa bukti paling awal yang memastikan Mallon kembali bekerja sebagai juru masak setelah dibebaskan dari Pulau North Brother berasal dari Oktober 1914, ketika ia diterima bekerja dengan nama Mary Brown di Rumah Sakit Bersalin Sloane. Pada Januari dan Februari 1915, rumah sakit tersebut menjadi pusat wabah tifoid dengan dua puluh lima kasus; dua orang meninggal dunia.[48][50]
Kembali ke Pulau North Brother, 1915–1938

Soper kembali diminta menyelidiki wabah di rumah sakit tersebut. Dengan membandingkan tulisan tangan "Mary Brown" dengan tulisan tangan Mallon, ia menyadari bahwa Mallon adalah penyebabnya. Saat itu Mallon sudah meninggalkan pekerjaannya di rumah sakit, dan baru pada Maret 1915 ia berhasil ditangkap lalu dikembalikan ke Pulau North Brother.[49][50][51]
Setelah kembali ke pulau itu, Mallon menghabiskan waktunya dengan membuat kue dan merangkai perhiasan dari manik-manik, yang kemudian dijual kepada pasien serta staf rumah sakit lainnya. Pada tahun 1918, ia memperoleh pekerjaan di rumah sakit, dan pada 1925 mulai membantu di laboratorium rumah sakit. Pada tahun 1925, dokter Alexandra Plavska datang ke pulau tersebut untuk menjalani masa magang dan mempekerjakan Mallon sebagai asistennya. Tugas Mallon meliputi pembersihan umum, mencuci botol, mencatat hasil pemeriksaan, serta membantu analisis laboratorium. Menurut putri Plavska, keduanya kemudian menjalin persahabatan; setelah Mallon diizinkan meninggalkan pulau dengan izin kunjungan harian, ia beberapa kali berkunjung ke rumah keluarga Plavska.[i] Plavska meninggalkan rumah sakit pada 1927 dan pada 1929 posisinya digantikan oleh Emma Rose Goldberg. Goldberg mendirikan sebuah laboratorium di lantai atas sebuah kapel yang sudah tidak digunakan, dan Mallon tetap melanjutkan pekerjaannya di sana; Goldberg menggambarkannya sebagai pekerja yang dapat diandalkan dan selalu datang tepat waktu.[53]
Kematian

Pada masa tuanya, Mallon mengalami beberapa stroke ringan. Pada 4 Desember 1932, ia mengalami serangan stroke berat. Ia dipindahkan ke sebuah bangsal rumah sakit dan sejak saat itu mengalami kelumpuhan serta hanya dapat terbaring di tempat tidur; Plavska beserta putrinya termasuk di antara orang-orang yang menjenguknya. Mallon meninggal pada 11 November 1938. Upacara pemakamannya diselenggarakan di Gereja St. Luke, dan ia dimakamkan di Pemakaman Saint Raymond pada 13 November.[54][55][56]
Sejarawan kedokteran Filio Marineli et al. melaporkan bahwa sebuah autopsi dilakukan terhadap jenazah Mallon dan menunjukkan adanya bakteri Salmonella typhi di dalam batu empedunya. Namun, mereka juga mencatat bahwa penulis lain menyatakan tidak pernah dilakukan prosedur semacam itu dan bahwa kisah tersebut hanyalah "sebuah legenda urban lain" yang disebarkan oleh Pusat Kesehatan Oyster Bay untuk meredakan reaksi etis masyarakat.[57]
Warisan dan analisis

Mallon merupakan pembawa tifoid tanpa gejala pertama yang berhasil diidentifikasi di Amerika Serikat.[58][59] Hingga lima puluh tujuh kasus tifoid dan tiga kematian akibat penyakit tersebut dikaitkan dengannya.[60][j] Mallon diperlakukan berbeda dibandingkan pembawa tifoid lain yang berhasil menghindari pembatasan yang dikenakan kepada mereka. Ia digambarkan sebagai "ancaman bagi kesehatan masyarakat"; jenis kelamin, kelas sosial, dan latar belakang Irlandianya semuanya menjadi faktor yang memperberat perlakuan terhadapnya.[62][63] Soper menulis bahwa Mallon tidak memiliki sifat kewanitaan, sebuah karakterisasi yang kemudian berulang kali dimuat dalam pemberitaan pers.[64][65] Ia menulis:
Tidak ada yang lebih khas darinya selain cara berjalannya, kecuali mungkin cara berpikirnya. Keduanya memiliki keunikan yang sama. Mereka yang paling mengenalnya selama bertahun-tahun masa penahanannya mengatakan bahwa Mary berjalan lebih seperti laki-laki daripada perempuan, dan pikirannya juga memiliki sifat yang jelas-jelas maskulin.[66]
Meskipun ia bukan satu-satunya pembawa tifoid tanpa gejala yang teridentifikasi di New York pada awal abad ke-20, hanya dirinya yang ditahan tanpa batas waktu. Pembawa lain, Frederick Moersch, seorang imigran Jerman yang bekerja sebagai pembuat kembang gula, dikirim ke Pulau North Brother pada tahun 1915, tetapi diizinkan meninggalkannya pada tahun 1944 dan kemudian diberi pekerjaan di sebuah rumah sakit di Brooklyn. Ia tinggal di Brooklyn dengan biaya sewa rumah ditanggung oleh negara.[67][68] Kasus lain melibatkan Alphonse Cotils, seorang imigran Belgia yang memiliki sebuah toko roti di New York; setelah diketahui mengidap tifoid, ia dilarang bekerja di tokonya sendiri. Pada tahun 1924, ia dijatuhi hukuman percobaan karena melanggar larangan tersebut; hakim menyatakan bahwa Cotils tidak dapat dipenjarakan secara sah "karena kondisi kesehatannya".[69] Pembawa tanpa gejala lainnya, Tony Labella, bertanggung jawab atas delapan puluh tujuh kasus tifoid dan dua kematian; setelah mengabaikan pembatasan yang ditetapkan Departemen Kesehatan terhadap kegiatannya, ia menyebabkan tiga puluh lima kasus tambahan dan tiga kematian lagi. Para pejabat kemudian membantunya memperoleh pekerjaan yang tidak berkaitan dengan industri makanan.[70] Pada saat Mallon meninggal dunia, lebih dari empat ratus kasus pembawa tifoid tanpa gejala telah tercatat; tidak seorang pun di antara mereka ditahan atau dikarantina selama dirinya.[71][57]
Sebagian besar literatur medis mengenai Mallon memuat penilaian nilai terhadap dirinya.[71] Menurut Leavitt, status Mallon sebagai imigran dari kelas pekerja tampaknya membentuk baik persepsi masyarakat maupun pandangan ilmiah terhadap dirinya.[72] Penahanan Mallon di Pulau Brother juga dipengaruhi oleh kampanye pemberantasan tuberkulosis yang baru saja berlangsung dan terutama menyasar para imigran berupah rendah; Foss mengemukakan hipotesis bahwa seandainya Mallon lahir dua puluh tahun lebih awal atau lebih lambat, kemungkinan besar ia tidak akan dipenjara.[64]
Pada tahun 1908, William Park, seorang ahli bakteri dari Departemen Kesehatan Kota New York, menerbitkan sebuah makalah di JAMA yang mengulas kasus Mallon. Ia menulis, "Kasus perempuan ini menimbulkan banyak persoalan yang menarik. Apakah kota berhak merampas kebebasannya, mungkin sepanjang hidupnya?"[73] Menurut sejarawan jurnalisme Katherine A. Foss, kasus Mallon "memunculkan persoalan hukum mengenai habeas corpus, kebebasan sipil, dan proses hukum yang semestinya".[74] Marineli et al. berpendapat bahwa Mallon adalah "korban dari undang-undang kesehatan, pers, dan terutama para dokter yang sinis, yang memiliki banyak waktu untuk melakukan pengujian tetapi tidak pernah memiliki waktu untuk berbicara dengan pasien". Kasus Mallon menjadi contoh nyata ketegangan antara perlindungan terhadap kebebasan individu dan tuntutan kesehatan masyarakat.[57][75]
Historiografi
Menurut Leavitt, meskipun penggunaan awal julukan Mallon berbentuk "Mary tifoid"—dengan nama penyakit digunakan sebagai penjelas—istilah tersebut segera berubah menjadi "Mary Tifoid", sehingga membangun citra Mallon sebagai seorang paria sosial yang berpenyakit, alih-alih sebagai seorang manusia.[76] Wald menggambarkan nama "Mary Tifoid" sebagai "julukan yang tidak memanusiakan".[77] Pemberitaan pers pada masa awal menggambarkan Mallon sebagai agen bakteri, bukan sebagai manusia; istilah-istilah yang digunakan antara lain "pabrik tifoid yang berjalan", "kuman tifoid dalam wujud manusia", dan "tabung biakan manusia yang hidup".[78]
Cara kisah hidup Mallon diberitakan berubah setelah kematiannya. Antara tahun 1938 hingga munculnya HIV/AIDS pada dekade 1980-an, kisah-kisah tentang Mallon berfokus pada sisi kemanusiaannya dan, menurut Leavitt, bertujuan menunjukkan bagaimana kemajuan ilmu kedokteran telah meningkatkan kualitas kehidupan modern. Setelah AIDS menjadi persoalan besar, para penulis mulai mengambil sudut pandang yang lebih praktis dengan menelaah risiko yang dapat ditimbulkan seseorang terhadap orang lain serta bagaimana menyeimbangkan hak individu dengan perlindungan kesehatan masyarakat.[79] Marouf A. Hasian Jr., profesor ilmu komunikasi, mengamati bahwa "munculnya HIV dan kembalinya wabah tuberkulosis telah melahirkan penghargaan baru terhadap perjuangan dan penderitaan Mary Mallon".[80] Ketika COVID-19 mulai menyebar pada tahun 2019, sejumlah akademisi meninjau kembali kasus Mallon dalam konteks penerapan kebijakan pembatasan sosial.[k]
"Mary Tifoid" dan citra publik
Frasa Mary Tifoid kini menjadi istilah sehari-hari untuk menyebut siapa pun yang menyebarkan penyakit. Istilah ini juga dapat berarti "seseorang atau sesuatu yang menyebarkan atau menjadi sumber pandangan, emosi, dan hal-hal lain yang tidak diinginkan".[88][89] Foss menyatakan bahwa penggunaan nama tersebut sudah muncul sejak tahun 1909, ketika The Washington Times memakainya untuk menyebut seorang pedagang susu; pada pertengahan tahun 1910, istilah itu telah lazim digunakan untuk menyebut orang-orang yang tampak sehat tetapi menularkan penyakit kepada orang lain.[90]
Mallon telah difiksikan dalam sejumlah karya, termasuk Typhoid Mary, Poz McBeefy karya Steve Beeferman, yang oleh Foss digambarkan sebagai "kisah fiksi tentang para pahlawan pengidap HIV di tengah sebuah pandemi".[91][92] Selain itu, terdapat drama monolog karya Carolyn Gage mengenai kehidupan Mallon yang berjudul Cookin' with Typhoid Mary, serta Typhoid Mary: The Musical karya Geoff Page.[91] Julukan Mallon juga digunakan untuk seorang penjahat super dalam Marvel Comics. Tokoh tersebut pertama kali muncul pada Mei 1988 sebagai musuh Daredevil.[91]
Sejumlah film dan serial televisi dalam budaya populer abad ke-20 dan ke-21 menggunakan nama "Mary Tifoid" sebagai rujukan singkat terhadap penyakit atau pembawa penyakit tanpa gejala. Dalam kasus-kasus tersebut, menurut Foss, "hal itu semakin mengukuhkan ... posisi [Mallon] dalam budaya populer semata-mata sebagai penyebar penyakit yang berbahaya".[93][l]
Catatan dan referensi
Catatan
- ↑ Mikrobiolog Richard Adler dan epidemiolog Elise Mara, dalam biografi mereka mengenai Mallon, mencatat bahwa catatan kapal menyebut usianya tujuh belas tahun.[2]
- ↑ Demam tifoid merupakan penyakit yang umum dijumpai di New York pada pergantian abad ke-20, dengan antara 3.000 hingga 4.500 kasus setiap tahun di kota tersebut.[1] Sepuluh persen dari mereka yang terinfeksi meninggal dunia.[6] Pada tahun 1900, sebanyak 20.000 orang Amerika meninggal akibat penyakit ini.[7]
- ↑ Masa inkubasi demam tifoid berkisar antara tiga hingga tiga puluh hari, dengan rata-rata antara delapan hingga empat belas hari.[8]
- ↑ Nilai 50 dolar Amerika pada tahun 1902 setara dengan sekitar $1.000 pada 2024, berdasarkan ukuran inflasi menurut Indeks Harga Konsumen Amerika Serikat.[10]
- ↑ Sumber-sumber berbeda mengenai lamanya Mallon bekerja untuk keluarga Gilsey. Adler dan Mara menyatakan bahwa Mallon mulai bekerja pada 1 Juni, dengan kasus pertama muncul seminggu kemudian.[13] Leavitt menulis bahwa wabah terjadi "sembilan bulan setelah Mary Mallon mulai bekerja".[14]
- ↑ Adler dan Mara berpendapat bahwa besar kemungkinan biro tersebut adalah "Mrs. R. Stricker and Nephew", yang berlokasi di 40 East 28th Street.[9]
- ↑ Sejarawan Alan M. Kraut berpendapat bahwa Mallon kemungkinan bijaksana ketika menolak operasi tersebut. Departemen Kesehatan Kota New York mengangkat kantong empedu lima pasien lainnya, tetapi tidak seorang pun sembuh dari tifoid.[35]
Meskipun kantong empedu merupakan tempat utama basil tifoid bertahan, organ itu bukan satu-satunya. Sistem kemih, termasuk ginjal, juga dapat menjadi tempat bertahannya basil tersebut.[36] - ↑ Anglis Priscilla Wald menduga bahwa pejabat tersebut adalah Milton J. Rosenau, pada pertemuan tahunan Asosiasi Medis Amerika bulan Juni 1909.[41]
- ↑ Izin untuk bepergian ke luar pulau diberikan pada 11 Juni 1918.[52]
- ↑ Berbagai sumber berbeda pendapat mengenai jumlah akhir kasus yang disebabkan oleh Mallon; ada yang menyebut empat puluh tujuh kasus, sementara sumber lain menyebut lima puluh tiga kasus.[1][61]
- ↑ Tulisan-tulisan tersebut antara lain:
- Bridges, Ben; Brillhart, Ross; Goldstein, Diane (2023). Behind the Mask: Vernacular Culture in the Time of COVID.[81]
- Darrow, Bill (2020). "Is History Repeating Itself? Lessons can be Learned from 'Typhoid Mary' in the Age of COVID-19".[82]
- Iredale, Dan (2020). "Asymptomatic Transmission and the Case of Typhoid Mary".[83]
- Schwarcz, Joe (2020). "Physical Isolation and the Case of Typhoid Mary".[84]
- Ironstone, Penelope (2020). "COVID-19: An Essay in Keywords".[85]
- Mohindra, Ritin, et al (2021). "Superspreaders: A Lurking Danger in the Community".[86]
- Steere-Williams, Jacob (2020). "A 'Menace' or a Martyr to the Public's Health?".[87]
- ↑ Foss mencatat bahwa rujukan singkat semacam itu muncul dalam serial atau film seperti Star Trek, Grey's Anatomy, The Big Bang Theory, Quincy, M.E., Star Trek: Voyager, The X-Files, NCIS, Law & Order, Mission: Impossible 2, dan Gilmore Girls.[94]
Referensi
- 1 2 3 4 5 Leavitt 2000.
- 1 2 3 4 Adler & Mara 2016, hlm. 137.
- ↑ Leavitt 1996, hlm. 32, 167.
- ↑ Leavitt 1995, hlm. 151.
- 1 2 3 Leavitt 1996, hlm. 16.
- 1 2 Marineli et al. 2013, hlm. 132.
- 1 2 Brooks 1996, hlm. 915.
- ↑ Webber 2012, hlm. 102.
- 1 2 3 4 Adler & Mara 2016, hlm. 139.
- ↑ "Consumer Price Index, 1800–". Federal Reserve Bank of Minneapolis.
- ↑ Adler & Mara 2016, hlm. 139–140.
- ↑ Leavitt 1996, hlm. 16–17.
- 1 2 Adler & Mara 2016, hlm. 140.
- 1 2 3 Leavitt 1996, hlm. 17.
- ↑ Gibbins 1998, hlm. 128.
- ↑ Adler & Mara 2016, hlm. 137–138.
- ↑ Soper 1939, hlm. 702.
- ↑ Soper 1907, hlm. 2021.
- 1 2 Leavitt 1997, hlm. 559.
- ↑ Leavitt 1996, hlm. 18.
- ↑ Leavitt 1996, hlm. 15.
- ↑ Miller & Palenik 1994, hlm. 32.
- ↑ Foss 2020, hlm. 102.
- ↑ Adler & Mara 2016, hlm. 140–141.
- 1 2 3 Kraut 1994, hlm. 98.
- ↑ Soper 1939, hlm. 704.
- ↑ Leavitt 1996, hlm. 43.
- 1 2 Soper 1939, hlm. 705.
- 1 2 Adler & Mara 2016, hlm. 142.
- ↑ Hoppe 2018, hlm. 21.
- ↑ Baker 1980, hlm. 74.
- ↑ Adler & Mara 2016, hlm. 143.
- ↑ Baker 1980, hlm. 75.
- 1 2 3 Kraut 1994, hlm. 99.
- ↑ Kraut 1994, hlm. 306.
- ↑ Hoffman, Sikorski & Levine 2023, hlm. 3, 4.
- ↑ Leavitt 1996, hlm. 47.
- 1 2 Aronson 2020, hlm. 74.
- ↑ Leavitt 1996, hlm. 73.
- ↑ Foss 2020, hlm. 105.
- ↑ Wald 2008, hlm. 98.
- ↑ "'Typhoid Mary' Never Ill, Begs Freedom", New York American, quoted in Leavitt 1996, hlm. 73
- ↑ Leavitt 1996, hlm. 76, 90.
- 1 2 Leavitt 1996, hlm. 78.
- ↑ Hasian Jr 2000, hlm. 133–134.
- ↑ Kraut 1994, hlm. 100–101.
- ↑ "'Typhoid Mary' Freed". The New York Times.
- 1 2 Leavitt 1996, hlm. 190.
- 1 2 Kraut 1994, hlm. 101.
- 1 2 Hasian Jr 2000, hlm. 134.
- ↑ Adler & Mara 2016, hlm. 144.
- ↑ Leavitt 1995, hlm. 255.
- ↑ Leavitt 1995, hlm. 194–195.
- ↑ Leavitt 1995, hlm. 160, 199, 255.
- ↑ "'Typhoid Mary' Dies of a Stroke at 68". The New York Times.
- ↑ "Typhoid Mary Buried". The New York Times.
- 1 2 3 Marineli et al. 2013, hlm. 133.
- ↑ Korr 2020, hlm. 73.
- ↑ Leavitt 1997, hlm. 558.
- ↑ "Mary Mallon". American Journal of Public Health and the Nation's Health.
- ↑ Gibbins 1998, hlm. 130.
- ↑ Leavitt 1996, hlm. 58, 67–69, 124.
- ↑ Wald 1997, hlm. 200.
- 1 2 Foss 2020, hlm. 119.
- ↑ Leavitt 1996, hlm. 150–151.
- ↑ Soper 1939, hlm. 698.
- ↑ Leavitt 1996, hlm. 124.
- ↑ Hoppe 2018, hlm. 26.
- ↑ Faherty 2017.
- ↑ Leavitt 1996, hlm. 57, 61.
- 1 2 Adriani 2019.
- ↑ Leavitt 1996, hlm. 9.
- ↑ Park 1908, hlm. 981.
- ↑ Foss 2020, hlm. 100.
- ↑ Gibbins 1998, hlm. 131.
- ↑ Leavitt 1996, hlm. 126–128.
- ↑ Wald 2008, hlm. 99.
- ↑ Winderman, Mejia & Rogers 2019, hlm. 128.
- ↑ Leavitt 1996, hlm. 202–203.
- ↑ Hasian Jr 2000, hlm. 136.
- ↑ Bridges, Brillhart & Goldstein 2023, hlm. 21.
- ↑ Darrow 2020.
- ↑ Iredale 2020.
- ↑ Schwarcz 2020.
- ↑ Ironstone 2020.
- ↑ Mohindra et al. 2021.
- ↑ Steere-Williams 2020.
- ↑ "Typhoid Mary". Oxford English Dictionary.
- ↑ Wawrzynczak 2019.
- ↑ Foss 2020, hlm. 107.
- 1 2 3 Foss 2020, hlm. 114.
- ↑ Prescott 1984, hlm. 71–72.
- ↑ Foss 2020, hlm. 117–118.
- ↑ Foss 2020, hlm. 117.
Sumber
Buku
- Adler, Rich; Mara, Elise (2016). Typhoid Fever: A History. Jefferson, North Carolina: McFarland & Company. ISBN 978-0-7864-9781-2.
- Baker, Sara Josephine (1980). Fighting for Life. Huntington, New York: R. E. Krieger Pub. Co. ISBN 978-0-88275-611-0.
- Bridges, Ben; Brillhart, Ross; Goldstein, Diane (2023). Behind the Mask: Vernacular Culture in the Time of COVID. Logan, Utah: Utah State University Press. ISBN 978-1-64642-479-5.
- Foss, Katherine A. (2020). Constructing the Outbreak: Epidemics in Media & Collective Memory. Amherst, Massachusetts: University of Massachusetts Press. ISBN 978-1-62534-528-8.
- Hoppe, Trevor (2018). Punishing Disease: HIV and the Criminalization of Sickness. Oakland, California: University of California Press. ISBN 978-0-520-29158-4.
- Kraut, Alan M. (1994). Silent Travelers: Germs, Genes, and the "Immigrant Menace". New York: BasicBooks. ISBN 978-0-465-07823-3.
- Leavitt, Judith Walzer (1995). "Gendered Expectations: Women and Early Twentieth-Century Public Health". Dalam Kerber, Linda K.; Kessler-Harris, Alice; Sklar, Kathryn Kish (ed.). U.S. History as Women's History: New Feminist Essays. Chapel Hill, North Carolina: University of North Carolina Press. hlm. 147–169. ISBN 978-0-8078-2185-5.
- Leavitt, Judith Walzer (1996). Typhoid Mary: Captive to the Public's Health. Boston: Beacon Press. ISBN 978-0-8070-2102-6.
- Leavitt, Judith Walzer (1997). "'Typhoid Mary' Strikes Back: Bacteriological Theory and Practice in Early 20th-century Public Health". Dalam Leavitt, Judith Walzer; Numbers, Ronald L. (ed.). Sickness and Health in America: Readings in the History of Medicine and Public Health. Madison, Wisconsin: University of Wisconsin Press. hlm. 555–574. ISBN 978-0-299-15320-5.
- Miller, Chris H.; Palenik, Charles J. (1994). Infection Control. St. Louis, Missouri: Mosby. ISBN 978-0-8016-6932-3.
- Wald, Priscilla (2008). Contagious: Cultures, Carriers, and the Outbreak Narrative. Durham, North Carolina: Duke University Press. ISBN 978-0-8223-4128-4.
- Webber, Roger (2012). Communicable Diseases: A Global Perspective. Wallingford, Oxfordshire: CAB International. ISBN 978-1-84593-938-0.
Jurnal dan majalah
- Adriani, Kirsten S. (September 20, 2019). "De Ongemakkelijke Geschiedenis van Mary Mallon en de Buiktyfus". Nederlands Tijdschrift voor Geneeskunde (dalam bahasa Belanda).
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Aronson, Stanley A. (Mei 1, 2020). "The Civil Rights of Mary Mallon" (PDF). Rhode Island Medical Journal. 103 (4): 74–75. PMID 32357597.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Brooks, Janet (Maret 15, 1996). "The Sad and Tragic Life of Typhoid Mary". Canadian Medical Association Journal. 154 (6): 915–916. PMC 1487781. PMID 8634973.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Gibbins, L. N. (Juni 1998). "Mary Mallon: Disease, Denial, and Detention". Journal of Biological Education. 32 (2): 127–132. doi:10.1080/00219266.1998.9655608.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Hasian Jr, Marouf A. (Fall 2000). "Power, Medical Knowledge, and the Rhetorical Investion of 'Typhoid Mary'". Journal of Medical Humanities. 21 (3): 123–139. doi:10.1023/A:1009074619421. PMID 11658113.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Hoffman, Seth A.; Sikorski, Michael J.; Levine, Myron M. (Maret 23, 2023). "Chronic Salmonella Typhi Carriage at Sites Other than the Gallbladder". PLOS Neglected Tropical Diseases. 17 (3) e0011168. doi:10.1371/journal.pntd.0011168. PMC 10035749. PMID 36952437.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Ironstone, Penelope (2020). "COVID-19: An Essay in Keywords". TOPIA: Canadian Journal of Cultural Studies. 41 (1): 13–21. doi:10.3138/topia-003.
- Korr, Mary (Mei 1, 2020). "Mary Mallon: First Asymptomatic Carrier of Typhoid Fever" (PDF). Rhode Island Medical Journal. 103 (4): 73.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Marineli, Filio; Tsoucalas, Gregory; Karamanou, Marianna; Androutsos, George (2013). "Mary Mallon (1869–1938) and the History of Typhoid Fever". Annals of Gastroenterology. 26 (2): 132–134. PMC 3959940. PMID 24714738.
- "Mary Mallon". American Journal of Public Health and the Nation's Health. 29 (1): 66–68. Januari 1939. doi:10.2105/ajph.29.1.66. PMC 1529062. PMID 18014976.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Mohindra, Ritin; Ghai, Arushi; Brar, Rinnie; Khandelwal, Neha; Biswal, Manisha; Suri, Vikas; Goyal, Kapil; Singh, Mini P.; Bhalla, Ashish; Rana, Kirtan; Lakshmi, P. V. M. (Januari 2021). "Superspreaders: A Lurking Danger in the Community". Journal of Primary Care & Community Health. 12 2150132720987432. doi:10.1177/2150132720987432. PMC 7812391. PMID 33448254.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Park, William H. (19 September 1908). "Typhoid Bacilli Carriers". Journal of the American Medical Association. LI (12): 981–982. doi:10.1001/jama.1908.25410120025002e.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Prescott, Peter S. (Februari 20, 1984). "A Fatal Cook's Tour". Newsweek. Vol. 103, no. 8.
{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Soper, George (Juni 15, 1907). "The Work of a Chronic Typhoid Germ Distributor". JAMA: The Journal of the American Medical Association. XLVIII (24): 2019–2022. doi:10.1001/jama.1907.25220500025002d.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Soper, George (Oktober 1939). "The Curious Career of Typhoid Mary". Bulletin of the New York Academy of Medicine. 15 (10): 698–712. PMC 1911442. PMID 19312127.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Steere-Williams, Jacob (Desember 2, 2020). "A 'Menace' or a Martyr to the Public's Health?". Isis. 111 (4): 818–821. doi:10.1086/712254. ISSN 0021-1753.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Wald, Priscilla (1997). "Cultures and Carriers: "Typhoid Mary" and the Science of Social Control". Social Text (52/53): 181–214. doi:10.2307/466739. ISSN 0164-2472. JSTOR 466739.
- Winderman, Emily; Mejia, Robert; Rogers, Brandon (Juli 16, 2019). "'All Smell is Disease': Miasma, Sensory Rhetoric, and the Sanitary-Bacteriologic of Visceral Public Health". Rhetoric of Health & Medicine. 2 (2): 115–146. doi:10.5744/rhm.2019.1006.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Berita
- "Typhoid Mary Buried". The New York Times. November 13, 1938. hlm. 30.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - "'Typhoid Mary' Dies of a Stroke at 68". The New York Times. November 12, 1938. hlm. 17.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - "'Typhoid Mary' Freed". The New York Times. Februari 21, 1910. hlm. 18.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - "'Typhoid Mary' Never Ill, Begs Freedom". New York American. Juni 30, 1909. hlm. 3.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Situs web
- "Consumer Price Index, 1800–". Federal Reserve Bank of Minneapolis. Diakses tanggal April 22, 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Darrow, Bill (April 27, 2020). "Is History Repeating Itself? Lessons can be Learned from 'Typhoid Mary' in the Age of COVID-19". Florida International University. Diakses tanggal Januari 11, 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Faherty, Anna (Juni 29, 2017). "The Cook who Became a Pariah". Wellcome Collection. Diarsipkan dari asli tanggal Januari 5, 2026. Diakses tanggal Desember 4, 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Iredale, Dan (Juni 24, 2020). "Asymptomatic Transmission and the Case of Typhoid Mary". University of Cambridge. Diakses tanggal Januari 11, 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Leavitt, Judith Walzer (Februari 2000). "Mallon, Mary (1869–1938), Domestic Cook and First Identified Healthy Carrier of Typhoid Fever in North America". American National Biography. doi:10.1093/anb/9780198606697.article.1202080.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Schwarcz, Joe (Mei 15, 2020). "Physical Isolation and the Case of Typhoid Mary". McGillUniversity. Diakses tanggal Januari 11, 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - "Typhoid Mary". Oxford English Dictionary (Edisi Online). Oxford University Press. Diakses tanggal Januari 4, 2026.
{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) (Subscription or participating institution membership required.) - Wawrzynczak, Edward (Januari 12, 2019). "Caricature, Contestation and the Making of 'Typhoid Mary'". British Society for the History of Medicine. Diarsipkan dari asli tanggal Oktober 6, 2025. Diakses tanggal Januari 4, 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
- "Typhoid Mary". Snopes.com. September 26, 2002.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)