Senin, 05 Oktober 2026
01:19 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Keladi tikus

Keladi tikus

Bagikan:
Keladi tikus
250px-Typhonium_flagelliforme_plant.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Rumphia%2C_sive%2C_Commentationes_botanic%C3%A6%C2%A6_imprimis_de_plantis_Indi%C3%A6%C2%A6_Orientalis_%288329496275%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Monokotil
Ordo: Alismatales
Famili: Araceae
Genus: Typhonium
Spesies:
T. flagelliforme
Nama binomial
Typhonium flagelliforme
Sinonim[2]
  • Arum flagelliforme G.Lodd.
  • Heterostalis flagelliformis (G.Lodd.) Schott
  • Arum divaricatum L.
  • Arum cuspidatum Blume
  • Typhonium cuspidatum (Blume) Decne.
  • Arum ptychiurum Zipp. ex Kunth
  • Typhonium sylvaticum Voigt
  • Arum angulatum Griff.
  • Arum flagelliferum Griff.
  • Typhonium flagelliferum Griff.
  • Typhonium hastiferum Miq.
  • Typhonium reinwardtianum de Vriese & Miq.
  • Typhonium incurvatum Blatt. & McCann

Keladi tikus (latin: Typhonium flagelliforme) adalah spesies tumbuhan dalam genus Typhonium, famili talas (araceae).[3]

Deskripsi Fisik

Tumbuhan ini dapat tumbuh setinggi 25 cm hingga 30 cm. Bentuk daunnya membundar dengan ujung runcing berbentuk jantung dan berwarna hijau segar. Umbinya berbentuk bulat rata sebesar buah pala.[4]

Habitat

Keladi tikus berasal dari Cina (Guangdong, Guangxi, & Yunnan), Bangladesh, Bhutan, Kamboja, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Papua Nugini, & Australia (Queensland & Wilayah Utara).[1][2][5][6][7][8][9][10]

Manfaat

Di Indonesia tumbuhan ini biasa digunakan sebagai pengobatan alternatif atau jamu yang dipercaya dapat mengobati berbagai macam penyakit seperti batuk, sesak napas, hingga infeksi paru-paru (pneumonia). Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan, tumbuhan ini efektif untuk mengatasi penyakit seperti kanker payudara, batuk, dan alergi[11]

Referensi

  1. 1 2 Lansdown, R.V. (2011). "Typhonium flagelliforme". IUCN Red List of Threatened Species. 2011 e.T194754A8897009. Diakses tanggal 18 Februari 2024.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. 1 2 3 "Typhonium flagelliforme". Plants of the World Online (dalam bahasa Inggris). Royal Botanic Gardens, Kew. Diakses tanggal 18 Februari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Hsuan Keng, See Chung Chin & H. T. W. Tan (1998). Monocotyledons. The Concise Flora of Singapore. Vol. 2. NUS Press. hlm. 45. ISBN 978-9971-69-207-0.
  4. ↑ "Keladi Tikus (Typhonium flagelliforme (Lood) Bl)". ccrc.farmasi.ugm.ac.id. 06 Februari 2011. Diakses tanggal 20 Maret 2024.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  5. ↑ Flora of China Vol. 23 Page 35, 鞭檐犁头尖 bian yan li tou jian, Typhonium flagelliforme (Loddiges) Blume, Rumphia. 1: 134. 1837.
  6. ↑ Ara, H. (2001). An Annotated Checklist of Aroids of Bangladesh. Bangladesh Journal of Plant Taxonomy 8(2): 19-34.
  7. ↑ Govaerts, R. & Frodin, D.G. (2002). World Checklist and Bibliography of Araceae (and Acoraceae): 1-560. The Board of Trustees of the Royal Botanic Gardens, Kew.
  8. ↑ Pandey, R.P. & Dilwakar, P.G. (2008). An integrated check-list flora of Andaman and Nicobar islands, India. Journal of Economic and Taxonomic Botany 32: 403-500.
  9. ↑ Mansor, M., Boyce, P.C., Othman, A.S. & Sulaiman, B. (2012). The Araceae of peninsular Malaysia: 1-146. Penerbit Universiti Sains Malaysia.
  10. ↑ Boyce, P.C., Sookchaloem, D., Hetterscheid, W.L.A., Gusman, G., Jacobsen, N., Idei, T. & Nguyen, V.D. (2012). Flora of Thailand 11(2): 101-325. The Forest Herbarium, National Park, Wildlife and Plant Conservation Department, Bangkok.
  11. ↑ Agustin, Sienny. "Potensi Keladi Tikus dalam Pengobatan Kanker". alodokter.com. Diakses tanggal 20 Maret 2024.


Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan