Minggu, 27 September 2026
02:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Tyagaraja

Tyagaraja

Tyagaraja
Lahir(1767-05-04)4 Mei 1767
Meninggal6 Januari 1847(1847-01-06) (umur 79)
Genremusik karnatik
PekerjaanKomposer karnatik
250px-Tyagaraja_1961_stamp_of_India.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Kakarla Tyagabrahmam (4 Mei 1767 – 6 Januari 1847) atau Santo Tyagaraja, yang juga dikenal sebagai Tyāgayya dalam bahasa Telugu, Tyāgarājar dalam bahasa Tamil, adalah seorang komposer musik karnatik atau musik klasik India terbesar. Ia merupakan seorang komposer handal dan berpengaruh besar dalam perkembangan tradisi musik klasik. Tyagaraja mengkomposisikan ribuan komposisi devosional, yang kebanyakan digunakan untuk memuji Dewa Rama, beberapa diantaranya masih terkenal sampai sekarang.[1] Lima komposisi buatannya yang disebut Pancharatna Kriti sering dinyanyikan dalam acara-acara penghormatannya.

Kehidupan pribadi dan latar belakang

Santo Tyāgarāja lahir pada 1767[Note 1] di Distrik Kurnool, Andhra Pradesh dari pasangan Kakarla Ramabrahma dan Sitamma dalam sebuah keluarga Brahmin Telugu. Keluarganya berasal dari tradisi smarta dan Bhardvajasa gotra. Tyagaraja adalah putra ketiga dari orangtuanya, dan Panchanada brahmam dan Panchapakesha brahmam adalah kakaknya. Ia dinamai Tyagabrahmam/Tyagaraja yang mengambil nama dari Tyagaraja, dewa yang memimpin sebuah kuil di Tiruvarur. Kakek pihak ayah Tyagaraja adalah Giriraja Kavi. Giriraja Kavi adalah seorang penyair dan musisi. Giriraja lahir di desa Kakarla, taluk cumbum di distrik Prakasam, Andhra Pradesh. Ia dipercaya masuk sekte Mulakanadu atau Niyogi. Kakek pihak ibu Tyagaraja adalah Kalahastayya/Veena kalahastayya. Ia adalah seorang pemain Veena. Tyagaraja mempelajari permainan Veena pada masa kecilnya dari Kalahastayya. Setelah Kalahastayya meninggal, Tyagaraja menemukan "Naradeeyam", sebuah buku yang berkaitan dengan musik. [2] [3]

Peringatan

Tyagaraja Aradhana, sebuah festival musik peringatan diadakan setiap tahun di Thiruvaiyaru pada bulan Januari sampai Februari untuk menghormati Tyagaraja. Acara tersebut merupakan sebuah festival musik yang berjalan selama seminggu dimana berbagai musisi karnatik dari seluruh dunia hadir di tempat peristirahatannya. Pada saat Pushya Bahula Panchami,[Note 2] ribuan orang dan ratusan musisi karnatik menyanyikan lima Pancharatna Kritis secara bersama-sama, dengan diiringi oleh permainan veena, biola, flut, nadasvaram, mridangam dan ghatam.[4]

Sebuah kawah di planet Merkurius dinamai Tyagaraja.[5]

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Tanggal kelahirannya berdasarkan pada tahun bulan Hindu Sarvajit ke-27 Soma, pada Chaitra Sukla Saptami, hari ke-7 dari bulan Hindu Chaitra, dibawah bintang Pushya.
  2. ↑ Pushya Bahula Panchami – hari kelima dari bulan Pushya, dalam kalender Hindu setiap tahun.

Referensi

  1. ↑ Gopal, Madan (1990). K.S. Gautam (ed.). India through the ages. Divisi Penerbitan, Kementerian Informasi dan Penyiaran, Pemerintah India. hlm. 233.
  2. ↑ "Tiruvaiyaru gears up". The Hindu. 6 Januari 2006.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Manaku teliyani mana tyagaraju".
  4. ↑ "Musicians pay homage to saint Thyagaraja". The Hindu. 1 Februari 2013.
  5. ↑ Retrieved 16 May 2013, from Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory website; http://messenger.jhuapl.edu/gallery/sciencePhotos/image.php?image_id=861 Diarsipkan 2014-04-06 di Wayback Machine.

Bacaan tambahan

  • The Spiritual Heritage of Tyagaraja, karya C. Ramanujachari dengan pengenalan oleh Dr V. Raghavan, Ramakrishna Math, Chennai.
  • Tyagaraja Kritigal (dalam bahasa Malayalam) karya Prof P. R. Kumara Kerala Varma, Dept Penerbitan Kebudayaan, Pemerintah Kerala, Trivandrum, 2000.
  • Tyagaraja Kirtanalu (dalam bahasa Telugu) karya Smt Dwaraka Parthasarathy dan Sri N.C. Parthasarathy, Tagore Publishing House, Kachiguda, Hyderabad, 1995 (Balasaraswati Book Depot, Kurnool).
  • Ramachandran, K.V., "The Melakarta: A Critique", The (Madras) Music Academy Platinum Jubilee Commemoration Volume, Vol. I, 1930–1940. (penerbitan asli dalam Journal of the Music Academy pada 1938.)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan