Minggu, 11 Oktober 2026
00:10 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Musik karnatik

Musik karnatik

Bagikan:
250px-Raja_Ravi_Varma%2C_Goddess_Saraswati.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Saraswati, sedang memetik veena.

Musik karnatik, Karnāṭaka saṃgīta atau Karnāṭaka saṅgītam adalah jenis musik tradisional India yang berasal dari daerah-daerah di bagian selatan India: Andhra Pradesh, Karnataka, Kerala, dan Tamil Nadu. Musik tersebut merupakan salah satu dari dua subgenre utama dari musik klasik India yang berasal dari tradisi Hindu kuno, subgenre yang lainnya adalah musik Hindustan, yang dikenal sebagai bentuk yang berbeda karena pengaruh Persia dan Islam di utara India. Empasis utama dalam musik karnatik adalah pada musik vokal; kebanyakan komposisi ditulis untuk dinyanyikan, dan ketika dimainkan menggunakan instrumen, sehingga penampilan tersebut disebut sebagai gaya gāyaki (menyanyi).

Penampilan paling menarik, dan konsentrasi terbesar dari musisi karnatik, dapat ditemukan di kota Chennai.[1] Berbagai perayaan yang diadakan di seluruh India dan luar negeri biasanya terdiri dari penampilan musik karnatik, seperti Musim Musik Madras, yang dianggap sebagai salah satu acara kebudayaan terbesar di dunia.[2][3]

Asal mula, sumber dan sejarah

Seperti semua bentuk seni rupa dalam budaya India, musik klasik India dipercaya merupakan sebuah bentuk karya seni ilahi yang berasal dari Dewa dan Dewi Hindu, dan dihargai sebagai lambang dari nāda brāhman.[4]

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Carnatic music. (2007). In Encyclopædia Britannica. Diakses pada 12 April 2007, dari Encyclopædia Britannica Online
  2. ↑ The Music Academy Diarsipkan 2012-04-26 di Wayback Machine Ditulis oleh Malathi Rangaswamy, Secretary of Music Academy
  3. ↑ Nettl (2005), p38
  4. ↑ "The Hindu : Sci Tech / Speaking Of Science : The music of we primates: Nada Brahmam". hindu.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2005-03-31. Diakses tanggal 2015-08-06.

Referensi

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Musik karnatik.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Carnatic music.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan