Minggu, 08 November 2026
05:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Tur Agung

Tur Agung

Pengertian Grand Tour

Bagikan:
250px-Batoni_-_Francis_Basset%2C_1st_Baron_de_Dunstanville.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Turis Agung, seperti Francis Basset menjadi akrab dengan barang-barang antik, meskipun altar ini adalah penemuan pelukis Pompeo Batoni, 1778.[butuh rujukan]

Tur Agung adalah kebiasaan tradisional perjalanan Eropa abad ke-17 dan ke-18 yang dilakukan oleh para pemuda kelas atas dengan kekayaan dan kedudukan yang cukup (biasanya disertai oleh pendamping, seperti anggota keluarga) ketika mereka beranjak dewasa (sekitar 21 tahun).

Kebiasaan - yang berkembang dari sekitar 1660 sampai munculnya transportasi kereta api skala besar pada tahun 1840-an dan dikaitkan dengan rencana perjalanan standar - berfungsi sebagai pendidikan ritus peralihan. Meskipun Tur Agung terutama dikaitkan dengan bangsawan Inggris dan tuan tanah yang kaya raya, perjalanan serupa dilakukan oleh para pemuda yang kaya dari negara-negara Eropa Utara Protestan seperti Raja Gustav III dari Swedia yang melakukan Tur Agung pada tahun 1783-84,[1] dan mulai paruh kedua abad ke-18, oleh beberapa orang kaya Amerika Utara dan Selatan.

Pada pertengahan abad ke-18, Tur Agung juga telah menjadi fitur reguler pendidikan bagi para bangsawan di Eropa Tengah meskipun terbatas pada bangsawan dengan gelar yang lebih tinggi. Tradisi Tur Agung mulai menurun ketika antusiasme terhadap budaya neo-klasik berkurang dan dengan munculnya perjalanan menggunakan kereta api dan kapal uap yang dapat diakses - sebuah era ketika Thomas Cook membuat "Tur Cook" pada masa awal munculnya pariwisata.

Catatan kaki

  1. ↑ "Gustav III and the Museum of Antiquities - Kungliga slotten". www.kungligaslotten.se (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2019-06-03. Diakses tanggal 2019-06-03.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan