Senin, 19 Oktober 2026
15:36 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Tungau telinga

Tungau telinga

Bagikan:
250px-Ear_mite_1.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Otodectes cynotis

Tungau telinga adalah jenis tungau yang hidup di bawah kulit pada daerah rongga telinga anak anjing atau kucing.[1][2][3] Tungau telinga dapat menyebabkan luka dan radang pada bagian yang ditempati.[2] Tungau telinga atau ear mites dapat menyebabkan otitis eksterna sampai othematom pada anjing dan kucing [4]

Ciri-ciri

Tungau telinga termasuk mikroorganisme dengan bentuk tubuh seperti siput.[1] Tungau telinga umumnya menyerang hewan, tetapi dapat juga menyerang manusia.[3] Hewan yang lebih sering diserang tungau telinga meliputi kucing dan anjing.[2][3] Tungau telinga lebih aktif di malam hari dan aktivitasnya menyebabkan rasa gatal pada bagian dalam telinga.[3]

Penyebaran

Tungau telinga berpindah dari satu hewan ke hewan lainnya lewat kontak tubuh secara langsung.[2] Tungau telinga betina cenderung menaruh telur-telurnya pada bulu di bagian telinga hewan, sehingga tungau telinga jantan akan selalu mencari tungau telinga betina pada bagian tersebut untuk melakukan perkembangbiakan.[3]

Pembasmian

Tungau telinga dapat dibasmi dari tubuh kucing atau anjing dengan menggunakan obat pembasmi pinjal.[3] Obat sebaiknya disemprotkan pada bagian kepala dan telinga.[3] Hewan yang telah melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi juga sebaiknya diberikan obat tersebut.[3]

Referensi

  1. 1 2 Frazier, Anitra; Eckroate, Norma . 2008 . The Natural Cat: The Comprehensive Guide to Optimum Care . London: Penguin Group Ltd. . ISBN 978-1-101-11921-1
  2. 1 2 3 4 Rosenfeld, Andrew J. . 2007 . Veterinary Medical Team Handbook . Iowa: Blackwell Publishing Professional . ISBN 978-0-7817-5759-1
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 Moriello, Karen A. . 2005 . Small Animal Dermatology . London: Manson Publishing Ltd. . ISBN 978-1-84076-168-9
  4. ↑ "Ear Mites / Otodectes Cyanotis/ Tungau Telinga pada Anjing dan Kucing". Pet Health Specialist. Diakses tanggal 10 Maret 2023.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan