Minggu, 01 November 2026
00:27 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Tumpang gilir

Bagikan:

Tumpang gilir adalah cara bercocok tanam di mana satu bidang lahan ditanami dengan dua atau lebih jenis tanaman dengan pengaturan waktu panen dan tanam.[1] Pada sistem ini, tanaman kedua ditanam menjelang panen tanaman musim pertama.[1] Contohnya adalah tumpang gilir antara tanaman jagung yang ditanam pada awal musim hujan dan kacang hijau yang ditanam beberapa minggu sebelum panen jagung.[1] Penerapan teknologi tumpang gilir pada lahan kering yang selama hanya satu kali tanam dengan jagung maupun kacang hijau secara monokultur dapat memberi harapan peningkatan intensitas tanam dari satu kali tanam menjadi dua kali tanam.[2] Pelaksanaan tanam tumpang gilir antara jagung dan kacang hijau, adalah untuk memanfaatkan secara maksimal lahan dengan menanam kacang hijau atau kacang-kacangan bagi petani jagung dan menanam jagung terlebih dahulu bagi petani kacang hijau.[2] Pada intinya, prinsip utama dalam tumpang gilir adalah untuk meningkatkan intensitas tanam, guna meningkatkan persentase panen pada satu kesatuan luas lahan yang sama untuk meningkatkan produktivitas lahan.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 "Penerapan Pola tanam". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-05. Diakses tanggal 2014-06-01.
  2. 1 2 3 Tumpang gilir[pranala dihapus]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan