Senin, 26 Oktober 2026
03:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Tumbuhan tak berpembuluh

Tumbuhan tak berpembuluh

Bagikan:
250px-Algae_on_Green_Creek.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Algae, salah satu jenis tanaman tidak berpembuluh

Tumbuhan tidak berpembuluh (tumbuhan non-vaskuler) adalah tumbuhan tanpa sistem pengangkut yang terdiri dari pembuluh kayu dan pembuluh tapis. Meskipun tumbuhan non-vaskuler tidak memiliki jaringan pengangkut tersebut, tetapi mereka memiliki jaringan sederhana yang khusus untuk transport air internal.

Tumbuhan non vaskuler tidak memiliki jaringan khusus yang beraneka ragam. [kutipan diperlukan] Tumbuhan lumut dan lumut hati berdaun memiliki struktur yang terlihat seperti daun, tetapi bukanlah daun sejati karena mereka adalah satu lembaran sel tanpa kutikula, tanpa stomata, tidak ada ruang udara internal dan tidak memiliki xilem maupun floem. Akibatnya, mereka tidak mampu mengendalikan laju transpirasi air dari jaringan dan dikatakan poikilohidrik.

Semua tanaman darat memiliki siklus hidup dengan pergiliran keturunan antara sporofit diploid dan gametofit haploid, tetapi pada tumbuhan non-vaskuler fase gametofit merupakan fase yang dominan. Pada tanaman ini, sporofit tumbuh dan bergantung pada gametofit untuk mengambil air dan nutrisi mineral dan penyediaan hasil fotosintesis.

Tumbuhan tidak berpembuluh terdiri dari dua kelompok yang tidak berhubungan erat:

  • Tumbuhan lumut - Lumut daun, lumut hati, dan Anthocerotophyta (lumut tanduk). Dalam kelompok ini, tanaman yang dominan adalah gametofit haploid, dengan bagian diploid hanya menjadi sporofit yang melekat, terdiri dari tangkai dan sporangium. Karena tumbuhan tidak memiliki jaringan yang diperkuat oleh lignin, mereka tidak bisa setinggi kebanyakan tumbuhan berpembuluh.
  • Ganggang - terutama ganggang hijau. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa alga terdiri dari beberapa kelompok-kelompok yang tidak terkait. Diketahui bahwa ternyata ciri-ciri umum berfotosintesis dan hidup di air sebagai indikator hubungan kekerabatan yang dekat adalah menyesatkan. Hanya kelompok ganggang yang termasuk dalam Viridiplantae masih dianggap kerabat dari tanaman darat.[1]: 6 [2]

Kelompok tumbuhan tidak berpembuluh terkadang disebut sebagai "tanaman tingkat rendah", mengacu pada status mereka sebagai kelompok tanaman yang paling awal dalam evolusi, tetapi status ini tidak tepat, karena kedua kelompok polifiletik dan dapat digunakan untuk memasukkan Tumbuhan berpembuluh kriptogamae, seperti pakis dan kerabatnya yang berkembang biak menggunakan spora. Tumbuhan tidak berpembuluh sering menjadi spesies yang pertama kali tumbuh pada lingkungan yang baru dan tidak ramah, bersama dengan prokariota dan protista, dengan demikian berfungsi sebagai spesies pionir atau tumbuhan perintis.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Copeland, H.F. (1956). The classification of lower organisms. Palo Alto: Pacific Books.
  2. ↑ Adl, S.M.; et al. (2005). "The new higher level classification of eukaryotes with emphasis on the taxonomy of protists". Journal of Eukaryotic Microbiology. 52 (5): 399–451. doi:10.1111/j.1550-7408.2005.00053.x. PMID 16248873.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan