Selasa, 13 Oktober 2026
09:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Tulang pterigoid

Tulang pterigoid

Bagikan:
Skull diagram with 26 colors labeling individual single or paired bones
Diagram tengkorak Champsosaurus, yang menunjukkan tulang pterigoid dalam ungu kemerahan (terlihat di kanan bawah tampak inferior dan di posterior tulang ektopterigoid di bagian atas tampak lateral)
250px-Milleretta_rubidgei_%28skull_and_reconstruction%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerangka reptil awal Milleretta (Millerettidae), yang menunjukkan pterigoid yang menyandang gigi palatal dalam warna hijau (ditandai pt, kanan bawah)

Pterigoid adalah sepasang tulang yang membentuk lelangit mulut banyak vertebrata, di belakang tulang palatina.[1]

Tulang ini berupa lamina tipis dan pipih, menyatu ke sisi medial prosesus pterigoid tulang sfenoid, dan ke lamina sejajar tulang palatina.[2] Pada banyak tetrapoda awal, tulang pterigoid menyandang gigi (dentisi palatal), yang dipertahankan oleh beberapa squamata modern.[3]

Referensi

  1. ↑ "Origin of the pterygoid bone and pharyngeal musculature in mammals". crompton.oeb.harvard.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-01-29.
  2. ↑ "Pterygoid bone - vet-Anatomy - IMAIOS". www.imaios.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-01-29.
  3. ↑ Matsumoto, Ryoko; Evans, Susan E. (Januari 2017). "The palatal dentition of tetrapods and its functional significance". Journal of Anatomy (dalam bahasa Inggris). 230 (1): 47–65. doi:10.1111/joa.12534. ISSN 0021-8782. PMC 5192890. PMID 27542892.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Baumel, J. J. (1993). "4. Osteologia". Handbook of Avian Anatomy: Nomina Anatomica Avium. Publications of the Nuttall Ornithological Club. Vol. 23 (Edisi 2). Cambridge, Massachusetts: Nuttall Ornithological Club. LCCN 94102039. OCLC 29278198.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan