Senin, 26 Oktober 2026
21:55 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Tujuh spesies

Tujuh spesies

Bagikan:
330px-%D7%A9%D7%91%D7%A2%D7%AA_%D7%94%D7%9E%D7%99%D7%A0%D7%99%D7%9D.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tujuh Spesies di Tanah Israel

Tujuh Spesies (bahasa Ibrani:שבעת המינים‎, Shiv'at HaMinim) adalah tujuh produk agribudaya - dua biji-bijian dan lima buah-buahan - yang disebutkan dalam Alkitab Ibrani sebagai produk-produk istimewa dari Tanah Israel.

Tujuh spesies tersebut adalah gandum, jelai, anggur (wine), ara, delima, zaitun (minyak), dan kurma (madu) (Deuteronomika 8:8).[1][2]

Sejarah

330px-Seven_Species_Stamps_1958_Zvi_Narkiss.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tujuh Spesies dengan ayat-ayat Kitab Suci yang dikaitkan dengan spesies-spesies tersebut yang digambarkan pada perangko-perangko Israel yang dikeluarkan pada 1958

Selama ribuan tahun, Tujuh Spesies memainkan peran penting dalam makanan Yahudi di Israel dan tradisi keagamaan Yudaisme.

Beberapa rujukan kepada makanan-makanan dasar tersebut dapat ditemukan dalam Alkitab. Mishna menyatakan bahwa buah-buahan pertama dari Tujuh Spesies tersebut yang dapat di bawah ke Bait Allah sebagai sesembahan. Ladang gandum, kebun anggur dan tempat penanaman zaitun masih menjadi sebuah pertanian yang terlihat di lanskap the Israel pada saat ini. Ara, zaitun, delima dan kurma merupakan bahan makanan umum dalam masakan Israel.[3][4]

Referensi

Catatan

  1. ↑ Cooper 1993, hlm. 4–9.
  2. ↑ "The Seven Species". Jewish Virtual Library. Diakses tanggal 22 Januari 2016.
  3. ↑ "Hồng treo gió đà lạt".
  4. ↑ Zisling, Yael. "The biblical seven species". Gems in Israel. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-03. Diakses tanggal 22 Januari 2016.

Sumber

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan