Sabtu, 10 Oktober 2026
18:51 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Tuja'i

Tuja'i

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Januari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-Abdul_Wahab_Lihu%2C_Maestro_Tuja%27i.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Abdul Wahab Lihu, Maestro Tuja'i Gorontalo

Tuja'i adalah puisi bersajak dalam bahasa Gorontalo,[1] tetapi tidak terikat oleh jumlah baris. Tuja'i berisi pujian, nasihat dan petuah yang sering diucapkan pada prosesi adat setempat, seperti acara lamaran, perkawinan, pemberian gelar adat, penobatan raja dan dan acara penting lainnya.[2]

Tuja’i adalah sastra lisan yang berisi syariat ajaran-ajaran agama Islam dan petuah hidup yang harus dipertahankan guna keberlangsungan adat istiadat di daerah Gorontalo.[3]

Tuja'i dalam Perkawinan

Tuja'i dalam upacara perkawinan dilaksanakan berdasarkan tahap-tahapnya mulai pada saat penyambutan mempelai pria di rumah mempelai wanita sampai kedua mempelai duduk bersanding di pelaminan. Saat memasuki pekarangan rumah mempelai wanita, rombongan mempelai pria menyampaikan salam dan diiringi puisi tuja'i dan disambut pula dengan salam selamat datang dengan tuja'i penyambutan.[4]

Berikut adalah puisi tuja’i dalam upacara adat perkawinan, yaitu dalam tahap Mopodiyambango atau tahapan upacara saat pengantin pria dan wanita keluar dari kamar rias dan akan menuju pelaminan, yang diucapkan oleh pemangku adat:

  • Wombu pulu lo hunggiya (Kalian anak para pembesar daerah ini)
  • Malo to dulahe botiya (Pada hari ini)
  • Malo popohuliya (Akan dikenakan)
  • Aadati lo lipu botiya (Adat yang berlaku di sini)
  • Tombuluwo ti didiya (Diagungkan dan dihormati)
  • Lo uyito lo utiya (Dengan adat yang berlaku sana sini)
  • Pu’ade ma losadiya (Pelaminan telah disiapkan)
  • Wolo wombu muliya (Bagi kalian yang dimuliakan)

Tuja'i penobatan

Di Gorontalo, seorang pemimpin atau tokoh yang dianggap berprestasi biasanya dianugerahi gelar adat. Gelar adat diputuskan dari hasil musyawarah dewan adat dan penganugerahannya dalam upacara adat Molo'opu. Pada saat prosesi adat tersebut dibacakan puisi tuja'i yang isinya berupa sanjungan, pujian, nasihat dan petuah kepada yang diberi gelar adat. Berikut ini adalah salah satu isi tuja'i upacara penobatan tersebut:[5]

  • Tawu, maa tawu lo Ito Eeya (Rakyat, rakyat diperuntukkan bagi tuanku)
  • Dupoto, maa dupoto lo Ito Eeya (Angin, angin diperuntukkan bagi tuanku)
  • Taluhu, maa taluhu lo Ito Eeya (Air, air diperuntukkan bagi tuanku)
  • Huta, maa huta lo Ito Eeya (Tanah, tanah diperuntukkan bagi tuanku)
  • Tulu, maa tulu lo Ito Eeya (Api, api dipertukkan bagi tuanku)
  • Bo diila polulia to hilawo Eyanggu (Tapi jangan disalahgunakan, tuanku)

Referensi

  1. ↑ Puisi lisan Gorontalo. Tuloli, Nani. Rawamangun, Jakarta: Bagian Proyek Pembinaan Buku Sastra Indonesia dan Daerah Jakarta, Pusat Bahasa. 2003. ISBN 979-685-347-7. OCLC 55286652.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
  2. ↑ Ronald (2017-02-02). "Mari Mengenal Ragam Sastra Lisan Gorontalo". Kabar Nusantara. Diakses tanggal 2020-09-17.[pranala nonaktif permanen]
  3. ↑ "Abdul Wahab Lihu, Maestro Tuja'i". Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya. 2015-11-26. Diakses tanggal 2020-09-18.
  4. ↑ Kemendikbud, Diarsipkan 2017-01-27 di Wayback Machine Didikan Moral Dalam Tuja'i Gorontalo. Diakses pada 08 Februari 2017.
  5. ↑ DeGorontalo, Diarsipkan 2017-02-11 di Wayback Machine Tafsir Inovatif Tuja’i Dalam Prosesi Moloopu; Agar Khalifah Gorontalo Tak Sesat Jalan


Ikon rintisan

Artikel bertopik sastra ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan