Senin, 12 Oktober 2026
02:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Tudung es

Tudung es

Bagikan:
330px-Vatnaj%C3%B6kull.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Vatnajökull, Islandia

Tudung es adalah massa es yang menutupi daratan seluas kurang dari 50 000 km² (biasanya dataran tinggi). Massa es yang menutupi daratan seluas lebih dari 50 000 km² disebut lembar es.[1][2][3]

Tudung es tidak terhambat oleh fitur-fitur topografis (artinya tudung es akan tercipta begitu saja di atas pegunungan). Sebaliknya, massa es dengan ukuran sama yang terhambat oleh fitur topografis disebut ladang es. Kubah tudung es biasanya berada di titik tertinggi sebuah massif. Es bergerak dari titik tinggi ini (belahan es) menuju batas tudung es.[1][3]

Tudung es memiliki dampak besar terhadap geomorfologi wilayah yang ditempatinya. Plastic moulding, gouging, dan erosi glasial lainnya terjadi setelah kemunduran gletser. Banyak danau, seperti Great Lakes di Amerika Utara, dan banyak lembah terbentuk oleh gerakan glasial dalam kurun ratusan ribu tahun.

Di Bumi, massa es yang ada kurang lebih seluas 30 juta km³. Suhu rata-rata massa es berkisar antara -20 °C dan -30 °C. Inti tufung es memiliki suhu konstan antara -15 °C dan -20 °C.

Wilayah lintang tinggi yang tertutup es, meski bukan benar-benar tudung es (karena melebihi luas maksimum sesuai definisi di atas), disebut tudung es kutub; nama ini sering dipakai oleh media massa[4] dan mungkin diakui oleh para ahli.[5]

Vatnajökull adalah contoh tudung es di Islandia.[6][7]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Benn, Douglk (1998). Glaciers and Glaciation. London: Arnold. ISBN 0-340-58431-9.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan); Parameter tidak dikenal |unused_data= diabaikan
  2. ↑ Bennett, Matthew (1996). Glacial Geology: Ice Sheets and Landforms. Chichester, England: John Wiley and Sons Ltd. ISBN 0-471-96345-3.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan); Parameter tidak dikenal |unused_data= diabaikan
  3. 1 2 Greve, R.; Blatter, H. (2009). Dynamics of Ice Sheets and Glaciers. Springer. doi:10.1007/978-3-642-03415-2. ISBN 978-3-642-03414-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  4. ↑ "TIME Magazine Online: Arctic Ice Explorers". CNN. 2009-03-11. Diakses tanggal 2010-05-04.
  5. ↑ "The National Snow and Ice Data Center Glossary". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-07-10. Diakses tanggal 2013-06-09.
  6. ↑ Flowers, Gwenn E. (2005). "Sensitivity of Vatnajŏkull ice cap hydrology and dynamics to climate warming over the next 2 centuries" (PDF). Journal of Geophysical Research. 110: F02011. Bibcode:2005JGRF..11002011F. doi:10.1029/2004JF000200. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2007-09-27. Diakses tanggal 2007-05-31.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  7. ↑ [5. http://navigator-sru.passhe.edu/login?url=http://site.ebrary.com/lib/sru/Doc?id=10103983 5. http://navigator-sru.passhe.edu/login?url=http://site.ebrary.com/lib/sru/Doc?id=10103983].{{cite journal}}: |title= tidak ada atau kosong; Kutipan journal memerlukan |journal=; Periksa nilai |url=
Ikon rintisan

Artikel bertopik geografi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan