Kamis, 15 Oktober 2026
22:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Tubagus Falak

Ulama

Bagikan:
Tubagus Muhammad Falak
Mama Falak
Nama lainMama Falak
KebangsaanIndonesia
PekerjaanPerintis NU dan Ulama

Kiai Haji Tubagus Muhammad Falak atau lebih dikenal Mama Falak (0 Desember 1842 – 19 Juli 1972) adalah seorang ulama yang dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan pesantren, ia dikenal luas sebagai pemimpin rohani dalam gerakan sufi sebagai mursyid Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah.

Kehidupan awal

KH.Muhamad Falak bin Pangeran Abbas lahir di Pandeglang, Banten pada tahun 1842. Ayahnya, Tubagus Abbas adalah seorang pemimpin pesantren dan juga seorang petani. Tubagus Abbas juga merupakan keturunan Sunan Gunung Jati. Ibunya, Ratu Quraisin adalah seorang yang berketurunan Kerajaan Banten.[1]

Ia dibesarkan dalam lingkungan pesantren dan keagamaan. Falak diajari tentang ilmu aqidah, fiqih, dan bahasa sampai pada usia 15 tahun. Ia selain pintar dalam hal keagamaan, ia juga pintar dengan ilmu beladiri dan memperdalam ilmunya ke KH Abdul Halim Kadu Peusing atas anjuran ayahnya, KH Tubagus Abbas.[1][2] Selanjutnya, ia pergi ke Mekkah untuk menuntut ilmu dan pergi berhaji bersama Abdul Karim al-Bantani yang merupakan gurunya. Disana, ia berguru selama 21 tahun dan pernah pula ia mengunjungi makam Syekh Abdul Qadir al-Jailani.[1]

Ia dianggap seangkatan dengan Syekh Kholil al-Bangkalani, sementara itu Syekh Kholil Bangkalan berguru di Kota Mekah pada tahun 1860.[2] Sepulang dari Mekah, ia berguru kepada Syekh Salman, Soleh Sonding, dan Syekh Sofyan.[1]

Referensi

Bibliografi


Ikon rintisan

Artikel bertopik Ulama ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan