Minggu, 01 November 2026
21:14 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Tubagus Falak

Ulama

Bagikan:
Tubagus Muhammad Falak
Mama Falak
Nama lainMama Falak
KebangsaanIndonesia
PekerjaanPerintis NU dan Ulama

Kiai Haji Tubagus Muhammad Falak atau lebih dikenal Mama Falak (0 Desember 1842 – 19 Juli 1972) adalah seorang ulama yang dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan pesantren, ia dikenal luas sebagai pemimpin rohani dalam gerakan sufi sebagai mursyid Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah.

Kehidupan awal

KH.Muhamad Falak bin Pangeran Abbas lahir di Pandeglang, Banten pada tahun 1842. Ayahnya, Tubagus Abbas adalah seorang pemimpin pesantren dan juga seorang petani. Tubagus Abbas juga merupakan keturunan Sunan Gunung Jati. Ibunya, Ratu Quraisin adalah seorang yang berketurunan Kerajaan Banten.[1]

Ia dibesarkan dalam lingkungan pesantren dan keagamaan. Falak diajari tentang ilmu aqidah, fiqih, dan bahasa sampai pada usia 15 tahun. Ia selain pintar dalam hal keagamaan, ia juga pintar dengan ilmu beladiri dan memperdalam ilmunya ke KH Abdul Halim Kadu Peusing atas anjuran ayahnya, KH Tubagus Abbas.[1][2] Selanjutnya, ia pergi ke Mekkah untuk menuntut ilmu dan pergi berhaji bersama Abdul Karim al-Bantani yang merupakan gurunya. Disana, ia berguru selama 21 tahun dan pernah pula ia mengunjungi makam Syekh Abdul Qadir al-Jailani.[1]

Ia dianggap seangkatan dengan Syekh Kholil al-Bangkalani, sementara itu Syekh Kholil Bangkalan berguru di Kota Mekah pada tahun 1860.[2] Sepulang dari Mekah, ia berguru kepada Syekh Salman, Soleh Sonding, dan Syekh Sofyan.[1]

Referensi

Bibliografi


Ikon rintisan

Artikel bertopik Ulama ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan