Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Alasannya ialah: banyak kata-kata redundan. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Januari 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Artikel ini menggunakan banyak istilah asing yang perlu dihapus atau diganti dengan padanan kata dalam bahasa Indonesia. |

Ratubagus atau dengan kata lain lebih dikenal adalah Tubagus (Pegon: توبݢوس) merupakan gelar kebangsawanan yang berasal dari Banten.[1] Gelar ini diasimilasikan dari gelar Sayyid atau Syarif bagi keturunan Nabi Muhammad, terlebih kepada laki-laki yang memiliki darah keturunan bangsawan dari Kesultanan Banten. Gelar Tubagus diberikan kepada mereka yang mempunyai nasab yang tersambung ke nabi Nabi Muhammad, melalui jalur kesultanan Banten Sultan Maulana Hasanuddin. Gelar ini awalnya adalah Pangeran Ratu tetapi setelah Sultan Ageng Tirtayasa membagi kewenangan Kesultanan Banten pada dua putranya yaitu Sultan Haji dan Pangeran Purbaya maka gelar ini berubah menjadi Tubagus yang artinya Ratu Bagus. Gelar ini sekaligus membedakan gelar lain yang disandang oleh keturunan bukan putra mahkota yaitu Pangeran Adipati. Ketika keturunan Pangeran Purbaya mendirikan keadipatian di Jawa Timur, maka gelar Pangeran Ratu menjadi Ratu Bagus. Sementara Pangeran Adipati menjadi Adipati Mas (Maulana Syarif). Di Pemakaman Boto Putih, pembagian ini sekaligus membedakan dua klaster utama yaitu klaster Kasepuhan dan klaster Kanoman.
Gelar Tubagus diwariskan oleh Kesultanan Banten kepada para keturunannya dan tetap dipertahankan secara turun temurun, sehingga ini menjadi tradisi di Banten. Bagi kaum perempuan disematkan gelar Ratuayu atau umumnya dikenal sebagai Ratu. Gelar tersebut diberikan kepada Sayyidah atau Syarifah dari Kesultanan Banten.
Lihat pula
Referensi
- ↑ Septian, Anton, ed. (2013-10-22). "Asal-usul Gelar Ratu dan Tubagus". Tempo.co. Jakarta. Diakses tanggal 2023-05-02.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)