Selasa, 20 Oktober 2026
08:25 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Trulek sungai

Trulek sungai

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Januari 2023)
Trulek sungai
250px-River_Lapwing_%28Vanellus_duvaucelii%29_at_Jayanti%2C_Duars%2C_West_Bengal_W_IMG_5298.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di Jayanti, Buxa Tiger Reserve di distrik Jalpaiguri Bengal Barat, India.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
V. duvaucelii
Nama binomial
Vanellus duvaucelii
Sinonim

Charadrius duvaucelii Rene Primevere Lesson

Artikel takson sembarang

Trulek sungai (Vanellus duvaucelii) adalah spesies trulek yang bertelur di Subkontinen India ke arah barat menuju Asia Tenggara. Persebarannya meliputi utara dan timur laut India, mengarah melewati Myanmar, Kamboja, Thailand dan Vietnam.

Karakteristik

Morfologi

Vanellus duvaucelii berukuran sekitar 29–32 cm. Trulek sungai dewasa ditandai dengan adanya warna hitam dominan pada mahkota, wajah, dada bagian atas, paruh dan kaki. Sisi samping kepala dan leher berwarna keputihan. Bagian bawah berwarna putih dengan lingkar dada berwarna coklat keabu-abuan. Penutup perut kecil berwarna hitam. Terdapat taji hitam di sayap yang sering tersembunyi. Saat terbang, garis sayap tampak putih lebar dengan garis hitam di penutup luar, dan ujung ekor hitam.[2]

Trulek sungai remaja dibedakan dengan warna hitam pada kepala yang sebagian tertutup oleh ujung berwarna kecoklatan. Bagian atas berwarna coklat berpasir dengan pinggiran mengkilap. Warna tanda subterminal sedikit lebih gelap.[2]

Suara

Trulek sungai menghasilkan suara tinggi dan tajam tip- tip atau did did did.., terkadang diakhiri dengan to-weet atau do-weet.[2]

Perilaku

Pada saat berbiak trulek sungai tampil dengan perilaku membungkuk, berputar dan meregangkan tubuh.[2]

Habitat

Trulek sungai dapat ditemukan di sungai besar dan sekitarnya, hingga 600 m.[2]

Referensi

  1. ↑ "Vanellus duvaucelii". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2012.1. International Union for Conservation of Nature. 2012. Diakses tanggal 16 Juli 2012. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 Robson, Craig (2007). NEW HOLLAND FIELD GUIDE TO THE BIRDS OF SOUTH-EAST ASIA : THAILAND, PENINSULAR MALAYSIA, SINGAPORE, VIETNAM, CAMBODIA, LAOS, MYANMAR. London: New Holland. hlm. 108.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan