Sabtu, 03 Oktober 2026
14:34 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Proses alfa rangkap tiga

Proses alfa rangkap tiga

Bagikan:
250px-Triple-Alpha_Process.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Proses alfa rangkap tiga.

Proses alfa rangkap tiga (Inggris: triple-apha process) adalah serangkaian reaksi fusi nuklir yang mana tiga nukleus helium-4 (partikel alfa) berubah menjadi karbon.[1][2]

Proses pada bintang

Pada inti bintang, helium berkumpul sebagai hasil dari Reaksi berantai proton-proton dan siklus karbon-nitrogen-oksigen.

Reaksi fusi nuklir dua nukleus heloum-4 menghasilkan berilium-8, yang sangat tidak stabil, dan meluruh kembali menjadi nukleus yang lebih kecil dengan waktu paruh yaitu 8,19×10−17 s. Bila pada masa tersebut terdapat partikel alfa ketiga yang melebur dengan nukleus berilium-8,[3] maka hal tersebut akan memproduksi wujud resonansi terkejut dari karbon-12, yang dikenal dengan Wujud Hoyle, yang hampir selalu meluruh kembali menjadi tiga partikel alfa. Namun setiap 2421.3 kali pembentukan, karbon-12 tersebut berubah menjadi wujud dasar stabil karbon-12.[4] Saat suatu bintang kehabisan hidrogen untuk digunakan sebagai bahan bakarnya, maka bintang tersebut mulai mengecil dan memanas. Jika suhu pusatnya meningkat sampai 100 miliar Kelvin,[5] 6 kali lebih panas daripada inti Matahari, partikel alfa dapat melebur dengan cukup cepat untuk melewati penghalang berilium-8 dan memproduksi jumlah karbon-12 yang signifikan.

Referensi

  1. ↑ Appenzeller; Harwit; Kippenhahn; Strittmatter; Trimble, ed. (1998). Astrophysics Library (Edisi 3rd). New York: Springer.
  2. ↑ Carroll, Bradley W. & Ostlie, Dale A. (2007). An Introduction to Modern Stellar Astrophysics. Addison Wesley, San Francisco. ISBN 978-0-8053-0348-3.
  3. ↑ Lua error in Modul:Citation/CS1/Utilities at line 82: bad argument #1 to 'message.newRawMessage' (string expected, got nil).
  4. ↑ The carbon challenge, Morten Hjorth-Jensen, Department of Physics and Center of Mathematics for Applications, University of Oslo, N-0316 Oslo, Norway: 9 May 2011, Physics 4, 38
  5. ↑ Wilson, Robert (1997). "Chapter 11: The Stars – their Birth, Life, and Death". Astronomy through the ages the story of the human attempt to understand the universe. Basingstoke: Taylor & Francis. ISBN 9780203212738.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan