Rabu, 04 November 2026
10:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Trinil rawa

Trinil rawa

spesies burung

Bagikan:
Trinil rawa
250px-Tringa_stagnatilis_2_-_Laem_Pak_Bia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bulu musim dingin
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Charadriiformes
Famili: Scolopacidae
Genus: Tringa
Spesies:
T. stagnatilis
Nama binomial
Tringa stagnatilis
(Bechstein, 1803)
250px-TringaStagnatilisIUCNver2018_2.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daerah sebaran T. stagnatilis     Berkembang biak      Tidak berkembang biak      Migrasi      Penjelajah (musim tidak menentu)

Tringa stagnatilis adalah burung perandai kecil. Ini adalah betis yang agak kecil, dan berkembang biak di padang rumput terbuka dan lahan basah taiga dari Eropa paling timur ke Timur Jauh Rusia.

Nama genus Tringa adalah nama Latin Baru yang diberikan kepada penembak pasir hijau oleh Aldrovandus pada tahun 1599 berdasarkan trungas Yunani Kuno, seekor burung serigala berukuran rumped, berkepala putih, berekor ekor yang disebut oleh Aristoteles. Stagnatilis spesifik berasal dari bahasa Latin stagnum, "rawa".[2]

Morfologi

Trinil rawa berukuran sekitar 22–25 cm. Individu dewasa yang berada dalam fase perkembangbiakan dan tidak berada dalam fase tersebut memiliki beberapa perbedaan. Trinil rawa dewasa yang tidak berkembang biak berukuran lebih kecil dan ramping. Kakinya lebih panjang dari Trinil kaki-hijau. Bentuk paruh tipis dan lurus dengan warna kehitaman. Supercilium putih dengan gurat samar di kepala, leher, dan mantel. Kaki berwarna kehijauan.[3]

Trinil rawa dewasa yang berada dalam fase perkembangbiakan ditandai dengan corak hitam tebal di atas. Terdapat bintik gelap di ubun-ubun, leher dan dada. Kaki sering berwarna kekuningan.[3]

Pada trinil rawa remaja ditandai dengan mantel yang lebih coklat dengan garis bawah tipis berwarna gelap dan pinggiran berwarna pucat.[3]

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2016). "Tringa stagnatilis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T22693216A86691256. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22693216A86691256.en. Diakses tanggal 13 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Jobling, James A (2010). The Helm Dictionary of Scientific Bird Names. London: Christopher Helm. hlm. 364, 390. ISBN 978-1-4081-2501-4.
  3. 1 2 3 Robson, Craig (2007). NEW HOLLAND FIELD GUIDE TO THE BIRDS OF SOUTH-EAST ASIA : THAILAND, PENINSULAR MALAYSIA, SINGAPORE, VIETNAM, CAMBODIA, LAOS, MYANMAR. London: New Holland. hlm. 96.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tringa stagnatilis.
Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Tringa stagnatilis.
Tringa stagnatilis
Totanus stagnatilis


Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan