Minggu, 18 Oktober 2026
06:48 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Triarii

Triarii

Bagikan:
250px-Triarius_rome_oct_2010.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Replika baju zirah cincin, gladius dan perisai yang ditampilkan di Amphitheater Flavius, Roma, Italia.

Triarii (tungggal: Triarius) adalah salah satu unit militer dalam legiun manipulus di militer Romawi pada masa awal Republik Romawi (509 SM – 107 SM). Mereka adalah yang tertua dan orang-orang yang paling kaya dalam pasukan, sehingga dapat memperoleh perlengkapan militer yang berkualitas. Mereka mengenakan baju zirah besi yang berat dan membawa perisai yang besar. Posisi mereka biasanya adalah di barisan tempur ketiga.[1] Pada Era Camillus, mereka bertempur dalamt formasi phalanx, didukung oleh pasukan ringan. Dalam kebanyakan pertempuran, triarii biasanya tak sempat bertempur karena pasukan ringan biasanya telah lebih dulu mengalahkan musuh sebelum triarii masuk ke medan tempur. Mereka dimaksudkan untuk digunakan sebagai kekuatan yang menentukan dalam pertempuran, sehingga muncul pepatah Romawi kuno yang mengatakan: "Pergi ke triarii," yang berarti menuju akhir yang buruk. Triarii akhirnya dibubarkan setelah reformasi Marius pada 107 SM.

Catatan kaki

  1. ↑ Southern, Pat (2007). The Roman Army: A Social and Institutional History. Oxford university press. hlm. 90. ISBN 0195328787. Diakses tanggal 2008-09-21.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan