Selasa, 03 November 2026
05:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Transportasi umum gratis

Transportasi umum gratis

layanan transportasi umum nirtarif

Bagikan:
250px-Luxembourg%2C_tram_2018-07_all%C3%A9e_Scheffer.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pada tahun 2020, Luksemburg menjadi negara pertama yang menyediakan transportasi umum gratis di seluruh wilayah negaranya.[1]

Transportasi umum gratis, yang juga dikenal sebagai transportasi umum tanpa tarif atau transportasi umum nol tarif, adalah bentuk transportasi umum yang sepenuhnya didanai melalui cara selain dari pungutan tarif dari penumpang. Pendanaan bisa berasal dari pemerintah nasional, regional, atau lokal melalui pajak, dan/atau melalui sponsorship komersial oleh perusahaan. Sebagai alternatif, konsep "gratis" juga bisa berbentuk lain, seperti akses tanpa tarif melalui kartu yang bisa saja dibayar sebagian atau sepenuhnya oleh pengguna.

Pada 29 Februari 2020, Luksemburg menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan transportasi umum gratis untuk seluruh moda transportasi dalam negeri (bus, trem, dan kereta api).[2][3][4][5] Pada 1 Oktober 2022, Malta juga menerapkan transportasi umum gratis di sebagian besar rute, meskipun tidak seperti di Luksemburg, kebijakan ini hanya berlaku bagi penduduk.[6]

Dalam beberapa kasus, jalur transportasi yang semula direncanakan berbayar dapat menggratiskan tarifnya sementara pada masa awal beroperasi, baik untuk menarik minat publik maupun sebagai uji coba layanan.

250px-JAK-54.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Armada Mikrotrans JAK-54 di Slipi Petamburan

Di Indonesia, salah satu layanan transportasi umum gratis adalah Mikrotrans, yang melayani wilayah Jakarta. Mikrotrans tidak mengenakan biaya alias gratis untuk dinaiki, tetapi penumpang tetap diwajibkan menempelkan kartu uang elektronik (seperti e-Money dari Bank Mandiri, TapCash dari Bank BNI, Brizzi dari Bank BRI, Flazz dari Bank BCA, dan JakCard dari Bank Jakarta.[7]

Selain itu, terdapat pula layanan bus pariwisata reguler yang tidak memungut tarif sama sekali.[8]

Referensi

  1. ↑ "Luxembourg becomes first country with free public transport". France 24. Luxembourg. 29 Februari 2020. Diakses tanggal 10 April 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Luxembourg makes public transport free". Deutsche Welle (DW). 29 Februari 2020. Diakses tanggal 10 April 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Kirby, Paul (29 Februari 2020). "Free transport in Luxembourg, but what's the cost?". BBC News. Diakses tanggal 10 April 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Abnett, Kate (29 Februari 2020). "Luxembourg becomes first country to make public transport free". Reuters. Luxembourg. Diakses tanggal 10 April 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Calder, Simon (29 Februari 2020). "'Like the first step on the moon': Luxembourg makes history as first country with free public transport". The Independent. Diakses tanggal 10 April 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Malta makes most public transport free". cities-today.com. 2022-10-06.
  7. ↑ https://perpustakaan.dpr.go.id/epaper/index/popup/id/19233
  8. ↑ Kurnia Sari Aziza Penulis (14 Januari 2014). "Lima Bus Tingkat Wisata Siap Berkeliling Jakarta!". Megapolitan Kompas. Diakses tanggal 27 Juli 2025.{{cite news}}: |last= memiliki nama generik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan