Rabu, 04 November 2026
00:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Traktat Wuchale

Bagikan:

Traktat Wuchale (atau Traktat Ucciale; dalam bahasa Italia Trattato di Uccialli) adalah traktat yang ditandatangani oleh Kaisar Menelik II dari Ethiopia dan Count Pietro Antonelli dari Italia di kota Wuchale, Ethiopia, pada tanggal 2 Mei 1889. Traktat ini menyerahkan wilayah-wilayah yang sebelumnya merupakan bagian dari Ethiopia, yaitu Bogos, Hamasien, Akkele Guzay, Serae, dan sebagian Tigray, yang menjadi awal berdirinya koloni Italia di Eritrea. Sebagai gantinya, Italia menjanjikan bantuan keuangan dan persediaan militer.

Sengketa mengenai Pasal 17 mengakibatkan meletusnya Perang Italia-Ethiopia Pertama. Pasal 17 versi bahasa Italia berbunyi bahwa Ethiopia diharuskan melakukan hubungan luar negeri melalui pemerintahan Italia, sehingga menjadikan Ethiopia sebagai protektorat Italia, sementara versi bahasa Amhar hanya menyebutkan bahwa Ethiopia diberi pilihan untuk berhubungan dengan negara lain melalui Italia.[1]

Referensi

  1. ↑ Discussions include Chris Prouty, Empress Taytu and Menilek II (Trenton: The Red Sea Press, 1986), hal. 70-99; Marcus G. Harold, The Life and Times of Menelik II: Ethiopia 1844-1913 (Trenton: The Red Sea Press, 1995), hal. 111-134; dan juga Hatem Elliesie, Amharisch als diplomatische Sprache im Völkervertragsrecht, Aethiopica (International Journal of Ethiopian and Eritrean Studies), 11, (Wiesbaden: Harrassowitz, 2008), hal. 235-244.

Bacaan lanjut

  • Sven Rubenson, "Chapter V: Trials of Strength with Egypt and Italy" in The Survival of Ethiopian Independence (Hollywood: Tsehai, 2003).
  • Carlo Giglio, "Article 17 of the Treaty of Uccialli" in Journal of African History VI,2 (1965) pp 221–235 - Cambridge University Press.
  • Paulos Milkias, Getachew Metaferia: The Battle of Adwa: Reflections on Ethiopia's Historic Victory Against European Colonialism, Algora 2005, ISBN 0-87586-415-5.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan