Kamis, 24 September 2026
00:48 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Lutung budeng

Lutung budeng

Lutung budeng
250px-Stavenn_Trachypithecus_auratus_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
T. auratus
Nama binomial
Trachypithecus auratus
(É. Geoffroy, 1812)
Sinonim
  • Simia Maura Schreber, 1774: 107-108 (nom. suppress.)
  • Cercopithecus auratus É. Geoffroy, 1812[1] (basionym)
  • Semnopithecus Pyrrhus Horsfield, 1823.
  • Presbytes cristataGray, 1843: 3.
  • Pithecus pyrrhus sondaicus Robinson & Kloss, 1919: 374.
  • Pithecus pyrrhus kohlbruggei Sody, 1931: 349.
  • Trachypithecus pyrrhus stresemanni Pocock, 1935: 931.
  • Semnopithecus auratus
  • Presbytis auratus
Artikel takson sembarang

Lutung budeng, lutung budeng timur (menurut Roos dkk.[2]) atau lutung jawa (Trachypithecus auratus) adalah sejenis lutung yang rambutnya berwarna hitam legam. Monyet anggota famili Cercopithecidae ini menyebar terbatas (endemik) di Indonesia bagian barat.

Pengenalan

250px-Stavenn_Trachypithecus_auratus_00.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Individu dengan warna terang

Lutung berukuran sedang, dengan panjang kepala dan tubuh antara 46-75 cm. Lutung budeng memiliki rambut tubuh berwarna hitam. Dan seperti jenis lutung lainnya, lutung ini memiliki ekor yang panjang, antara 61–82 cm.[3]

Jantan dan betina dewasa umumnya berwarna hitam, dengan betina memiliki warna putih kekuningan di sekitar kelaminnya. Anak lutung memiliki rambut tubuh berwarna jingga keemasan. Subspesies nominal, T. a. auratus yang menyebar di Jawa bagian timur, kadang-kadang memiliki individu dewasa yang berwarna jingga seperti bayi lutung, tetapi sedikit lebih gelap dengan ujung rambut kuning.[4]

Kebiasaan

Lutung budeng adalah hewan diurnal, yakni aktif pada waktu siang hari di atas pepohonan. Makanan pokoknya terdiri dari tumbuh-tumbuhan. Memakan dedaunan, buah-buahan dan bunga. Spesies ini juga memakan larva serangga.

Lutung budeng hidup berkelompok, yang dalam satu kelompoknya terdiri dari sekitar tujuh ekor lutung, termasuk satu atau dua ekor lutung jantan dewasa. Lutung betina biasanya hanya mempunyai satu anak setiap kali melahirkan dan saling bantu membesarkan anak-anak lutung. Namun lutung betina juga bersifat sangat agresif terhadap lutung betina dari kelompok lain.

Hewan ini diketahui menghuni pelbagai tipe hutan, mulai dari hutan mangrove, hutan pantai, hutan rawa air-tawar, hutan hujan dataran rendah, hutan gugur daun tropika, serta hutan pegunungan hingga ketinggian sekitar 3.000-3.500 m dpl.[5] Juga ditemukan di hutan-hutan tanaman jati, rasamala, dan akasia.[5] Di wilayah Pegunungan Dieng, lutung budeng didapati baik di hutan primer maupun sekunder, di bagian tepi maupun di pedalaman hutan[6]

Agihan, anak jenis dan konservasi

Lutung budeng tersebar di hutan-hutan Pulau Jawa, Bali dan Lombok. Sebelumnya diakui dua subspesies dari lutung budeng, yang dibedakan dari daerah sebarannya:

  • Lutung budeng timur, Trachypithecus auratus auratus. Menyebar di Jawa Barat bagian timur hingga ke Jawa Timur, Pulau Sempu dan Nusa Barung, Bali, serta Lombok.
  • Lutung budeng barat, Trachypithecus auratus mauritius. Menyebar di wilayah Banten dan setengah Jawa Barat bagian barat: Ujung Kulon, Jasinga, Bogor, Cisalak, Jakarta, Palabuhanratu, ke timur di pesisir selatan hingga Cikaso, atau Ciwangi di pedalaman.[7]

Namun Roos dkk. (2008), ras barat diangkat menjadi spesiesnya sendiri, Trachypithecus mauritius.[2][8]

Spesies ini terancam kelestariannya oleh kehilangan serta degradasi habitatnya, yang terdesak oleh perluasan lahan-lahan pertanian dan permukiman manusia; fragmentasi habitat; serta perburuan untuk dimakan atau diperdagangkan sebagai hewan timangan. Oleh sebab itu, IUCN memasukkannya ke dalam Daftar Merah IUCN dalam status Rentan (VU, Vulnerable).[9]

Lutung budeng dilindungi oleh undang-undang Republik Indonesia sejak 1999. Perdagangannya diawasi oleh CITES dan termasuk ke dalam Apendiks 2. Lutung ini juga tercatat keberadaannya di dalam kawasan-kawasan konservasi seperti: Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Taman Nasional Meru Betiri, Taman Nasional Baluran, serta Taman Nasional Bali Barat.

Referensi

  1. Geoffroy, É. 1812. "Tableau des Quadrumanes, ou des Animaux composant le premier Ordre de la Classe des Mammifères". Annales du Muséum d'Histoire Naturelle. Tome XIX: 93. Paris :G. Dufour et cie.
  2. 1 2 Roos, C.; et al. (2008). "Mitochondrial phylogeny, taxonomy and biogeography of the silvered langur species group (Trachypithecus cristatus)". Molecular Phylogenetics and Evolution. 47 (2): 629–636. doi:10.1016/j.ympev.2008.03.006. PMID 18406631.{{cite journal}}: Penggunaan et al. secara eksplisit dalam: |author=
  3. Corbet, G.B. & J.E. Hill. 1992. The Mammals of Indomalayan Region: a systematic review: 174. Oxford: Nat. Hist. Mus. Publ. & Oxford Univ. Press.
  4. Payne, J., C.M. Francis, K. Phillipps, S.N. Kartikasari. 2000. Panduan Lapangan Mamalia di Kalimantan, Sabah, Sarawak & Brunei Darussalam: 359. Bogor: WCS-IP, The Sabah Society & WWF Malaysia.
  5. 1 2 Nijman, V. 2000. "Geographic distribution of ebony leaf monkey Trachypithecus auratus (E. Geoffroy Saint-Hilaire, 1812) (Mammalia: primates: Cercopithecidae)." Contributions to Zoology 69(3).
  6. Nijman, V. & S. van Balen. 1998. "A faunal survey of the Dieng Mountains, central Java, Indonesia: distribution and conservation of endemic primate taxa." Oryx 32(2): 145–56.
  7. Brandon-Jones, D. 1995. "A revision of the Asian pied leaf monkeys (Mammalia: Cercopithecidae: superspecies Semnopithecus auratus), with a description of a new subspecies." Raffles Bulletin of Zoology 43: 3-43.
  8. Fuentes, Agustin (2016). Rowe, Noel; Myers, Marc (ed.). All the World's Primates. Pogonias Press. hlm. 606–607. ISBN 978-1-940496-06-1.
  9. Nijman, V. & J. Supriatna. 2008. Trachypithecus auratus. The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2014.3. <www.iucnredlist.org>. Downloaded on 31 March 2015.

Galeri

Individu berwarna terang di beberapa kebun binatang:

  • Kebun binatang Bristol, Inggris
    Kebun binatang Bristol, Inggris
  • Kebun Binatang Twycross, Inggris
    Kebun Binatang Twycross, Inggris
  • Kebun Binatang Twycross, Agustus 2006
    Kebun Binatang Twycross, Agustus 2006
  • Kebun Binatang Hannover, Jerman
    Kebun Binatang Hannover, Jerman
  • Kebun Binatang Bronx
    Kebun Binatang Bronx
  • Kebun Binatang Bronx
    Kebun Binatang Bronx

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Trachypithecus auratus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan