Jumat, 23 Oktober 2026
10:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Dadak merak

Dadak merak

topeng dalam seni Reog Ponorogo

Bagikan:
330px-Barongan_Reog_Ponorogo_Dadak_Merak_-_Boreg_Gresik.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dadak Merak, sebuah topeng seperti kipas raksasa

Dadak merak (aksara Jawa: ꦝꦝꦏ꧀ꦩꦼꦫꦏ꧀, dhadhak merak) adalah topeng yang digunakan dalam tarian Reog. Dadak merak ini berukuran panjang sekitar 2,25 meter, lebar sekitar 2,30 meter, dan beratnya hampir 50 kilogram. Dadak merak juga digunakan dalam pesta mantu Jawa. Dadak merak merupakan topeng yang digunakan pada Reog Ponorogo.[1]

Bahan - bahan

Untuk membuat dadak merak pada pertunjukan Reog Ponorogo dibutuhkan beberapa komponen dan material yang digunakan seperti:[2]

  1. Rengkek terdiri dari Bambu, Rotan, benang wol dan paku
  2. Krakap terdiri dari kain bludru, manik-manik monte, benang
  3. Embong yang terdiri dari benang siyet dan kain
  4. Cuhung yang terbuat dari Burung merak yang diawetkan atau boneka merak
  5. Bulu merak yang rontok terdiri bulu plong, bulu rawis dan bulu cawang

dari semua komponen tersebut dirangkai dan dirakit menjadi dadak merak.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ ditindb (17 Desember 2015). "Reog Ponorogo". kebudayaan.kemdikbud.go.id. Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kemdikbud. Diakses tanggal 26 Desember 2019.
  2. ↑ "15 Properti Tari Reog Lengkap dengan Pemahaman Sejarah dan Makna!". Best Seller Gramedia. 2022-09-14. Diakses tanggal 2025-01-06.
Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik Kabupaten Ponorogo ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan