Rabu, 28 Oktober 2026
18:57 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Topan Haiyan

Topan Haiyan

Topan super Pasifik Barat pada tahun 2013

Bagikan:
Topan Haiyan (Yolanda)
250px-Haiyan_2013-11-07_1345Z_%28alternate%2C_borderless%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Topan Haiyan mendekati intensitas puncak saat mendekati Filipina pada tanggal 7 November
Sejarah meteorologi
Terbentuk3 November 2013
Menghilang11 November 2013
Topan dahsyat
10-minute sustained (JMA)
Angin tertinggi125
Tekanan terendah895 hPa (mbar); 26,43 inHg
Topan super setara Kategori 5
1-minute sustained (SSHWS/JTWC)
Angin tertinggi170
Tekanan terendah895 hPa (mbar); 26,43 inHg
Efek keseluruhan
Korban jiwa6.352
Luka28.781
Hilang1.071
Kerusakan>$2.99 miliar (2013 USD)
(Termahal dalam sejarah Filipina)
Daerah yang terkena dampakGuam, Pulau Caroline, Filipina, Tiongkok Selatan, Vietnam, Taiwan
IBTrACSSunting di Wikidata
Bagian dari Musim topan Pasifik 2013

Topan Haiyan (Hanzi:海燕), disebut di Filipina dengan Topan Yolanda, ialah salah satu siklon tropis terkuat yang pernah dicatat dengan kekuatan angin maksimum 195 mph (315 km/h). Badai ini awalnya bermula dari suatu kawasan tekanan rendah di timur-tenggara Pohnpei di barat Samudera Pasifik pada 2 November 2013. Setelah menjadi badai tropis dan mendapat nama Haiyan pada 00.00 UTC 4 November 2013, sistem ini mulai bertambah kuat dengan pantas hingga mencapai intensitas topan pada 18.00 UTC 5 November 2013. Bergerak secara umumnya ke barat, gangguan ini semakin berkembang dengan lingkungan tiupan angin ringan dan suhu permukaan laut hangat, menjadi depresi tropis pada awal keesokan harinya. Badai ini masuk dalam kategori 5 Skala badai Saffir-Simpson.

Topan Haiyan menyebabkan kerusakan besar di wilayah Visayas, khususnya di pulau Samar dan Leyte. Menurut pejabat Perserikatan bangsa-bangsa, sekitar 11 juta orang terkena dampaknya dan banyak yang kehilangan tempat tinggal; banyak orang masih hilang akibat badai ini.

Karena jumlah korban jiwa dan kerusakannya yang parah, nama Haiyan dihentikan pada tahun 2014 dan diganti dengan nama Bailu. Nama ini pertama kali digunakan pada musim topan tahun 2019.[1]

Sejarah meteorologi

330px-Haiyan_2013_path.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta yang menggambarkan jalur dan kekuatan badai, menurut skala Saffir–Simpson
Map key
  Depresi tropikal (≤38 mph, ≤62 km/h)
  Badai tropikal (39–73 mph, 63–118 km/h)
  Kategori 1 (74–95 mph, 119–153 km/h)
  Kategori 2 (96–110 mph, 154–177 km/h)
  Kategori 3 (111–129 mph, 178–208 km/h)
  Kategori 4 (130–156 mph, 209–251 km/h)
  Kategori 5 (≥157 mph, ≥252 km/h)
  Tidak diketahui
Tipe badai
▲ Siklon ekstratropikal / Sisa badai / Gangguan tropis / Depresi monsoon

Diarahkan oleh badai subtropis di utara siklon, badai Haiyan melintasi di sisi utara Palau, di mana kerusakan angin besar terjadi. Setelah itu, ia terus meningkat; pada 12.00 UTC 7 November 2013, Badan Meteorologi Jepang (JMA) menaikkan angin berkelanjutan 10-menit maksimum badai ini ke 235 km / jam (145 mph). Pada 8 November 2013, siklon ini memasuki Laut China Selatan dan diturunkan tingkatan ke topan Kategori 4 oleh JTWC..

Badai ini menewaskan sedikitnya 10.000 orang.[2]

Referensi

  1. ↑ "Tacloban: City at the centre of the storm". BBC. November 12, 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 13, 2013. Diakses tanggal November 13, 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Sunshine Lichauco de Leon and Calum MacLeod, USA TODAY. "Horror stories as 10,000 feared dead in Typhoon Haiyan". Usatoday.com. Diakses tanggal 2013-11-11.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Typhoon Haiyan (2013).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan