Sabtu, 24 Oktober 2026
21:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Tony Taulo

Tony Taulo

Bagikan:
Tony Taulo
250px-Tony_Taulo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Willem Alexander Tony Taulo

10 Januari 1971 (umur 55)
Nama lainTony Taulo
PekerjaanAktor, pendeta
Masa aktif1995 - sekarang
Orang tuaDoris Alexander Aminadab Taulo SH

Willem Alexander Tony Taulo, atau lebih dikenal dengan nama Tony Taulo (lahir 10 Januari 1971), adalah aktor berkebangsaan Indonesia keturunan Timor Leste. Namanya mulai dikenal setelah memenangi Festival Keaktoran yang disiarkan di hampir semua televisi swasta nasional (1995). Tony lebih banyak bermain film bergenre komedi. Salah satunya adalah Cinta Dalam Kardus yang disutradarai oleh Raditya Dika (2012).[1]

Kehidupan pribadi

Tony Taulo dilahirkan dari keluarga yang berasal dari Timor Leste, anak ke 4 dari 6 bersaudara. Ayahnya, Doris Alexander Aminadab Taulo, SH (alm), adalah mantan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan jabatan terakhir adalah Ketua Pengadilan Tinggi Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sedangkan Letnan Jenderal Kiki Syahnakri adalah pamannya. Sebelum merambah ke dunia industri film, Tony adalah seorang karyawan sebuah hotel di Cilacap. Dia ditugaskan di bagian house keeping sebagai asisten manajer. Tak hanya seni peran, dia juga mendalami seni suara. Bersama kawannya, musisi Joshua Igho dia kerap tampil di pertunjukan-pertunjukan band. Hingga suatu saat datanglah kesempatan emas yang diraih Tony dengan mengikuti ajang kompetisi keaktoran di Jakarta. Usahanya tak sia-sia, dan ia memenangi penghargaan sebagai juara. Dari perhelatan itulah, namanya mulai dilirik oleh para produser dan rumah produksi untuk ikut bermain dalam sinetron maupun film. Sinetron pertama yang dimainkannya adalah Keluarga Cemara yang disutradarai oleh Arswendo Atmowiloto (1996). Beruntun setelah itu dia juga bermain bersama Novia Kolopaking, Sandy Nayoan, dan lain-lain.[2]

Namun perkembangan selanjutnya, Tony lebih banyak bermain untuk film televisi dan film layar lebar. Bersama Raditya Dika dia dicasting jadi manajer kafe tempat Raditya Dika memerankan dirinya sebagai Miko pada sesi acara stand up comedy. Di serial sitkom (situasi komedi) pun pernah jalani ketika Arswendo kembali memproduksi serial sitkom di RCTI dengan judul Satu kakak tujuh keponakan (1998).[3][4]

Filmografi

Referensi

  1. ↑ "Kapan Lagi, diakses 16 Feb 2015". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-06-21. Diakses tanggal 2015-02-16.
  2. ↑ "Ceritamu, diakses 16 Feb 2015". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-23. Diakses tanggal 2015-02-16.
  3. ↑ "Indonesia Film Center, diakses 16 Feb 2015". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-03-05. Diakses tanggal 2015-02-16.
  4. ↑ "Satu Timor, diakses 16 Feb 2015". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-16. Diakses tanggal 2015-02-16.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan