Minggu, 08 November 2026
11:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Lord Voldemort

Lord Voldemort

karakter fiksi dalam Harry Potter

Bagikan:
60px-Project_Translation_inspection_logo1.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dari Lord Voldemort di en.wikipedia.org. Isinya masih belum akurat, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda menguasai bahasa aslinya, harap pertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada ProyekWiki Perbaikan Terjemahan.
(Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel)
Artikel ini mungkin memuat teks yang disalin secara bulat-bulat dari situs web kecerdasan buatan. Informasi di dalamnya dapat saja berisi halusinasi atau bahkan memuat referensi fiksi atau palsu. Setiap pelanggaran hak cipta dan riset asli yang dimuat ke artikel ini harus segera dihapus. (Oktober 2026)
40px-Crystal_Clear_app_kedit.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini perlu ditulis ulang agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan membantu. Ada saran di halaman pembicaraan. (Oktober 2026)
"Lord Voldemort" dan "He Who Cannot Be Named" dialihkan ke halaman ini. Untuk anggota Dwarves, lihat Dwarves (band). Untuk Him Who Is Not to be Named, lihat Hastur. Untuk penggunaan lain, lihat Voldemort (disambiguation).
Lord Voldemort
Tokoh Harry Potter
250px-Lord_Voldemort.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penampilan perdanaHarry Potter dan Batu Bertuah (1997)
PenciptaJ. K. Rowling
Pemeran
Pengisi suaraEddie Izzard[h]
Liam O'Brien[i]
Matthew Macfadyen [j]
Informasi dalam cerita
Nama lengkapTom Marvolo Riddle
Alias
Jenis kelaminLaki-laki
KewarganegaraanBritania Raya
Keluarga
  • Tom Riddle (ayah)
  • Merope Gaunt (ibu)
Kerabat
  • Thomas Riddle
    (kakek dari pihak ayah)
  • Mary Riddle
    (nenek dari pihak ayah)
  • Marvolo Gaunt
    (kakek dari pihak ibu)
  • Morfin Gaunt
    (paman dari pihak ibu)

Lord Voldemort (/ˈvoʊldəmɔːr/ VOHL-də-mor, /-mɔːrt/ -⁠mort dalam film)[k] adalah tokoh fiksi dan antagonis utama dalam seri novel Harry Potter karya J. K. Rowling. Ia pertama kali muncul dalam Harry Potter dan Batu Bertuah (1997) dan kembali muncul secara langsung maupun dalam kilas balik di setiap novel dalam seri tersebut kecuali novel ketiga, Harry Potter dan Tawanan Azkaban, yang di dalamnya ia hanya disebutkan.

Lord Voldemort—di mana "I am Lord Voldemort" merupakan anagram berbentuk sobriquet dari nama lahirnya, Tom Marvolo Riddle—adalah musuh bebuyutan Harry Potter, yang menurut sebuah ramalan memiliki "kekuatan untuk mengalahkan Pangeran Kegelapan". Setelah membunuh orang tua Harry, Lily dan James Potter, ia berusaha membunuh bocah tersebut, tetapi justru meninggalkan bekas luka berbentuk kilat di dahinya. Hampir setiap penyihir tidak berani menyebut namanya dan sebagai gantinya menyebutnya dengan berbagai julukan, seperti "Kau-Tahu-Siapa", "Dia-Yang-Tak-Boleh-Disebut-Namanya", "Pangeran Kegelapan", atau "Tom" oleh Dumbledore. Obsesi Voldemort terhadap kemurnian darah menunjukkan tujuannya untuk menyingkirkan keturunan Muggle (nonmagis) dari dunia sihir dan menaklukkan kedua dunia, Muggle dan dunia sihir, demi mencapai dominasi darah murni. Melalui keluarga ibunya, ia merupakan keturunan terakhir penyihir Salazar Slytherin,[6][7] salah satu dari empat pendiri Sekolah Sihir dan Ilmu Sihir Hogwarts. Ia adalah pemimpin Death Eater, kelompok penyihir yang berdedikasi untuk menyingkirkan Muggle dari Dunia Sihir dan menjadikan Voldemort sebagai penguasa tertingginya.

Voldemort dalam seri Harry Potter

Buku pertama hingga ketiga

Ia dimunculkan di buku pertama sebagai "orang yang membunuh orang tua Harry", yang akhirnya dikalahkan oleh kekuatan cinta dan pengorbanan ibu Harry, Lily, dan kehilangan tubuhnya. Harry pun memiliki bekas luka berbentuk petir di dahinya. Voldemort berusaha untuk bangkit kembali, di buku pertama ia merasuki Quirinus Quirrell, guru Hogwarts untuk mencoba mencuri Batu Bertuah, tetapi gagal. Kemudian, di buku kedua, muncul Tom Marvolo Riddle, manifestasi Voldemort remaja, yang menyembunyikan memorinya di sebuah buku harian, yang merasuki adik Ron Weasley, Ginny, yang diceritakan sebagai gadis pemalu yang menyukai Harry Potter sendiri.[8] Ia menggunakan Ginny untuk membuka kamar Rahasia dan melepaskan Basilisk, yang meneror Hogwarts di buku kedua. Pada akhirnya, kebenaran terungkap. Ialah Voldemort di waktu muda. Namun, ia berhasil dikalahkan dan buku harian itu dihancurkan, dan Basilisk tewas.[8] Buku harian tersebut ternyata adalah Horcrux (terungkap pada buku keenam).

Voldemort tidak dimunculkan dalam buku ketiga. Namun, ia muncul di pikiran Harry ketika ia pingsan akibat serangan Dementor. Kemudian, menjelang akhir cerita, Profesor Trelawney, membuat ramalan bahwa "Pangeran Kegelapan ditinggalkan sendiri tanpa teman. Pelayannya, yang telah menunggu selama 12 tahun, akan kabur untuk bergabung dengan tuannya pada malam ini. Pangeran Kegelapan akan bangkit dan lebih jahat dari sebelumnya".[9] Meskipun diperkirakan pelayan itu adalah Sirius Black, ternyata ia adalah Peter Pettigrew, yang menyamar sebagai tikus Ron, Scabbers.

Buku keempat hingga keenam

Pada buku keempat (Piala Api), Voldemort akhirnya berhasil bangkit kembali dengan cara memanipulasi jalannya Turnamen Triwizard untuk menangkap Harry (yang dijadikan juara keempat oleh Barty Crouch Jr., yang menyamar sebagai Alastor Moody). Dengan ramuan dari darah Harry dan tangan Peter Pettigrew, Voldemort berhasil bangkit dan kuat kembali. Namun, Harry berhasil lolos dengan bantuan efek mantra balik (Priori Incantatem).

Voldemort pernah bertarung langsung dengan Albus Dumbledore di buku kelima, di Kementerian Sihir. Dua penyihir terhebat didunia bertemu dalam pertempuran sengit, Lord Voldemort di pihak Buruk vs Albus Dumbledore di pihak Kebenaran. Voldemort memancing Harry ke Departemen Misteri untuk mencuri ramalan tentang mereka berdua. Harry, yang di seri ini sedang mengalami tekanan emosi berat, pergi dan akhirnya harus menghadapinya kembali. JK Rowling menyatakan dalam seri ini, terbukti bahwa Harry adalah orang yang masih punya rasa kemanusiaan, dibandingkan musuhnya yang sudah tidak memiliki jiwa kemanusiaan lagi. Dan pada buku keenam, Voldemort mulai menebarkan teror dan membunuh banyak orang, terutama anggota Orde Phoenix dan simpatisannya. JK Rowling mengatakan, dalam seri ini, masa lalunya mulai terungkap (lihat bagian Kehidupan Awal, pendidikan sihir, dan menjadi Penyihir Hitam). Di akhir cerita, Albus Dumbledore bersama Harry Potter berusaha mencari Horcrux dari Lord Voldemort untuk dibinasakan. Namun usaha tersebut sia-sia karena ternyata horcrux yang asli telah diambil sebelumnya oleh seseorang dan salah satunya berinisial R.A.B.

Buku ketujuh dan kejatuhan

Informasi lebih lanjut: Harry Potter dan Relikui Kematian
Informasi lebih lanjut: Relikui Kematian

Di buku ketujuh. Voldemort semakin giat memperluas kekuasaan. Ia berhasil menguasai Kementerian Sihir dan mendirikan pemerintahan totaliter. Ia menindas penyihir kelahiran-Muggle dengan tuduhan "mencuri sihir" (Dalam dunia kita, hal ini dapat dianalogikan dengan Holocaust maupun tindakan genosida lainnya). Ia mencari tongkat Elder, tongkat sihir yang menurut legenda, paling kuat dan membuat pemiliknya tak terkalahkan. Pencariannya bahkan hingga keluar negeri.

Kemudian, ia menemukan bahwa Harry dan kedua sahabatnya telah menghancurkan Horcrux-Horcruxnya. Ia kemudian menyerang Hogwarts dengan pasukan yang besar setelah ultimatum penyerahan Harry (yang tidak diindahkan penghuni Hogwarts), sedangkan Harry mencari Mahkota Ravenclaw. salah satu horcrux. Setelah pertempuran sengit, ia memerintahkan gencatan senjata satu jam dengan satu syarat: Harry harus diserahkan. Voldemort akhirnya membunuh Severus Snape, dengan harapan ia memiliki tongkat Elder sepenuhnya, sejak Snape membunuh Dumbledore. Ketika Harry menyerahkan dirinya kepada Voldemort untuk mati (karena ia ternyata adalah Horcrux juga), kekuatan cinta ibunya kembali menyelamatkannya. Dengan darah Harry di tubuh Voldemort, Harry tidak bisa dibunuh oleh Voldemort, dan jiwa Voldemort di tubuhnya hancur, meski ia pura-pura mati. Kembali ke Hogwarts. Harry mengungkapkan bahwa dirinya masih hidup, dan pada saat inilah, Nagini, horcrux terakhir, dimusnahkan oleh Neville Longbottom. Harry pun menyatakan bahwa ialah pemilik tongkat Elder sebenarnya, karena ia memenangkannya dari Draco Malfoy, yang memiliki tongkat itu setelah melucuti Dumbledore di akhir buku keenam. Dengan tongkat Draco, ia mengalahkan Voldemort dengan memantulkan Kutukan kematian kepada Voldemort dengan mantra pelucutan senjata (Expelliarmus). Voldemort tewas, dan mayatnya dibaringkan jauh dari para pejuang Hogwarts (gabungan siswa, guru, anggota Orde Phoenix, dan simpatisan) yang mati melawannya. Dunia sihir kembali aman dan penuh kedamaian seperti sediakala.

Perbandingan dengan dunia nyata

Beberapa orang mencoba membandingkan Voldemort dengan beberapa politikus dan diktator. Rowling mengatakan bahwa Voldemort sebanding dengan Adolf Hitler, dan ideologinya dapat disamakan dengan Naziisme.[10][11] Rowling juga membandingkan Voldemort dengan Joseph Stalin.[12] Selain itu, George W. Bush, dan juga banyak dibandingkan dan disamakan dengan Voldemort.

Referensi

  1. ↑ Takahama, Valerie (26 Oktober 1999). "Enchanted with Potter Literature: Fans line up for hours to get their books signed". The Orange County Register. Santa Ana, California: Digital First Media. Diakses tanggal 28 Desember 2006.
  2. ↑ "HPL: Lord Voldemort: Quick facts". Diarsipkan dari asli tanggal 3 Juni 2004. Diakses tanggal 12 September 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Anderton, Ethan (11 September 2015). "J.K. Rowling Clarifies Voldemort Pronunciation in Harry Potter". /Film. Diakses tanggal 27 April 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Dibdin, Emma (10 September 2015). "You got this Harry Potter character's name wrong". Digital Spy. London, England. Diakses tanggal 27 April 2018.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Levine, Nick (31 Mei 2017). "J.K. Rowling responds to Stephen Fry 'Harry Potter' feud rumours". NME. London, England: TI Media. Diakses tanggal 27 April 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Rowling, J. K. (1998). "The Heir of Slytherin". Harry Potter and the Chamber of Secrets. Bloomsbury. ISBN 0747538492.
  7. ↑
  8. 1 2 Rowling, J. K. (1998). "The Heir of Slytherin". Harry Potter and the Chamber of Secrets. Bloomsbury. ISBN 0747538492.
  9. ↑ Rowling, J. K. (1999). "Professor Trelawney's Prediction". Harry Potter and the Prisoner of Azkaban. Bloomsbury. ISBN 0747542155.
  10. ↑ "New Interview with J.K. Rowling for Release of Dutch Edition of "Deathly Hallows"". The Volkskrant. 19 November 2007. Diakses tanggal 6 Maret 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ J.K. Rowling outs Dumbledore! Diarsipkan 2009-07-09 di Wayback Machine | PopWatch Blog |work=Entertainment Weekly
  12. ↑ New Interview with J.K. Rowling for Release of Dutch Edition of "Deathly Hallows" – The Leaky Cauldron
Tokoh utama
Murid-murid dan organisasi siswa
Staf pengajar Hogwarts
Buku
Novel utama
Pelengkap
Cerita pendek
Film
Harry Potter
(pemeran · musik)
Fantastic Beasts
Karakter
Kelompok
Lainnya
Dunia fiksi
Karya lain
Media
Permainan video
Taman hiburan
Pameran
Lainnya
Fandom
Fiksi penggemar
Film penggemar
Parodi
A Very Potter Musical
Terkait
  1. ↑ Harry Potter dan Piala Api            
    Harry Potter dan Orde Phoenix
    Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran (rekaman arsip)
    Harry Potter dan Relikui Kematian – Bagian 1
    Harry Potter dan Relikui Kematian – Bagian 2
  2. ↑ Harry Potter dan Batu Bertuah
  3. ↑ Harry Potter dan Batu Bertuah (kilas balik)
  4. ↑ Harry Potter dan Kamar Rahasia (film) (remaja)
  5. ↑ Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran (anak-anak)
  6. ↑ Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran (remaja)
  7. ↑ Harry Potter dan Kamar Rahasia (serial TV) (remaja)
  8. ↑ The Lego Batman Movie
  9. ↑ Lego Dimensions
  10. ↑ buku audio dengan pemeran lengkap
  11. ↑ Menurut Rowling, huruf t dalam Voldemort tidak dilafalkan,[1] sebagaimana dalam kata bahasa Prancis untuk 'kematian', mort (pelafalan [mɔʁ] ⓘ),[2] dan Jim Dale melafalkannya demikian dalam empat buku audio AS pertama. Setelah versi film Harry Potter dan Batu Bertuah dirilis, yang para tokohnya melafalkan huruf t, Dale mengubah pelafalan buku audionya sesuai dengan itu.[3] Stephen Fry melafalkan nama tersebut dengan menyertakan huruf t untuk seluruh buku audio Inggris.[4][5]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan