Kamis, 22 Oktober 2026
11:27 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal

Tolobalango

Warisan Budaya di Gorontalo

Bagikan:

Tolobalango merupakan upacara adat peminangan atau prosesi lamaran dari keluarga calon mempelai pria (tanpa dihadiri calon mempelai pria) kepada calon mempelai wanita. Tolobalango dilaksanakan sebelum prosesi pernikahan dilaksanakan.

Berkas:Prosesi Dutu.png
Acara Dutu yang juga merupakan rangkaian upacara Tolobalango. Acara Dutu merupakan prosesi mengantarkan mahar kepada calon mempelai wanita

Tolobalango telah menjadi tradisi adat istiadat di Provinsi Gorontalo yang masih dilestarikan dari generasi ke generasi. Dalam upacara adat Tolobalango, keluarga kedua mempelai beserta para pemangku adat akan menggunakan pakaian adat Gorontalo yang sakral dan penuh makna filosofis.

Pada tahun 2018, Tolobalango ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya takbenda Indonesia dari Provinsi Gorontalo.[1]

Makna Tolobalango

Tolobalango terdiri atas dua kata, yaitu tolo yang berarti saling dan balango yang berarti menyeberang.

Dalam proses peminangan ini, para pemangku adat, pembesar negeri, serta keluarga calon mempelai melalui juru bicara pihak keluarga pengantin pria (yang disebut luntu dulungo layi'o) dan juru bicara pihak keluarga pengantin wanita (yang disebut luntu dulungo wulato) bertemu secara resmi.[2][3]

Pelaksanaan Tolobalango

Tolobalango merupakan tahapan setelah mopoloduwo rahasia, yaitu proses ketika orang tua calon pengantin pria mendatangi orang tua calon pengantin wanita untuk mendapatkan restu bagi pernikahan anak mereka.[4]

Dalam tolobalango, penyampaian maksud untuk meminang dilakukan melalui puisi lisan berbentuk sajak-sajak perumpamaan. Bahasa yang digunakan dalam tolobalango umumnya hanya dipahami oleh para pemangku adat dan dianggap berbeda dengan bahasa Gorontalo yang dipakai sehari-hari.[5]

Keluarga calon pengantin pria menyampaikan mahar dan garis besar rencana selanjutnya, tetapi biaya pernikahan (tonelo) tidak disebutkan.

Dari pihak keluarga calon pengantin wanita, ditentukan seorang utoliya walato (wakil dari keluarga perempuan). Pihak laki-laki kemudian menyerahkan tonggu lo tolobalango (pembuka suara) atau hu’o lo ngango dan pomama lo tolobalango (perlengkapan sirih pinang).

Setelah sirih diterima, mereka pun menentukan adat istadat dilito (payu lo lipu lo Hulonthalo limutu), biaya pernikahan, dan tanggal pernikahan.[2] Prosesi selanjutnya setelah tolobalango yaitu pengantaran mahar (depito dutu) dan harta benda lainnya.[4]

Setidaknya terdapat 9 tahapan dalam prosesi Tolobalango, yakni: [6]

  1. Mongilalo (meninjau)
  2. Mohabari (meminta berita)
  3. Momatata'u Pilo'otawa (meminta ketegasan)
  4. Tolobalango (menghubungkan secara resmi proses pernikahan)
  5. Monga'ata dalalo (meratakan jalan proses pernikahan)
  6. Molenilo (menghubungkan keluarga laki-laki dengan keluarga perempuan)
  7. Momu'o ngango (meminta restu dari keluarga dan disaksikan oleh pemerintah dan petugas agama)
  8. Modepita maharu (mengantar mahar)
  9. Modepita dilonggato (mengantar perangkat penyempurnaan lauk-pauk)

Referensi

  1. ↑ "Warisan Budaya Takbenda | Beranda". warisanbudaya.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2022-09-12.
  2. 1 2 Kemendikbud (01-01-2018). "Warisan Budaya Tak Benda Indonesia". Penetapan Budaya Tolobalango. Diakses tanggal 21-09-2019.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  3. ↑ "Pernikahan Adat Gorontalo » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2019-09-21.
  4. 1 2 Ernowo, Pasha (13 Mei 2011). "Menyibak Prosesi Pernikahan Adat Gorontalo". Okezone. Diakses tanggal 11 Juli 2020.
  5. ↑ Andri Yusuf Gani(31 Agustus 2016)."Bahasa Adat Dalam Tolobalango"(Skripsi). Universitas Negeri Gorontalo.Diakses pada 11 Juli 2026.
  6. ↑ Mopangga, Tavip; Yahiji, Kasim (2 Desember 2020). "Prosesi Adat Motolobalango dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Atas Perkawinan Masyarakat Kabupaten Gorontalo)". As-Syams: Journal Hukum Islam. Vol. 1: 41–68.{{cite journal}}: |volume= memiliki teks tambahan; line feed karakter dalam |title= pada posisi 56
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan