Senin, 02 November 2026
06:05 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Toleransi nol

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang jenis umum dari kebijakan hukuman. Untuk kegunaan lain, lihat Toleransi nol (disambiguasi).

Toleransi nol (bahasa Inggris:zero tolerance) adalah sebuah kebijakan yang memberikan hukuman ketat bagi para pelanggar suatu aturan, dengan tujuan menyingkirkan para pelanggar tanpa pandang bulu.[1][2][3]

Kebijakan toleransi nol dipelajari dalam kriminologi dan umum dalam sistem kebijakan formal dan informal di seluruh dunia. Kebijakan tersebut juga muncul dalam keadaan informal di mana terdapat penyimpangan seksual atau penyalahgunaan Internet di lingkungan tempat kerja dan pendidikan. Pada 2014, inkarkerasi massal di Amerika Serikat berdasarkan pada tawaran-tawaran kecil timbul akibat pemakaian toleransi nol di sekolah dan masyarakat.[4][5]

Sedikit bukti mendukung efektivitas yang diklaim dari kebijakan toleransi nol.[6] Satu masalah terkait adalah bahwa terdapat beberapa alasan besar kenapa orang enggan untuk berintervensi, atau melaporkan perilaku yang mereka anggap tak dapat diterima atau melanggar hukum. Kebijakan toleransi nol setidaknya dilakukan untuk sedikit alasan.[7]

Catatan

  1. ↑ zero tolerance, n. (under zero, n.). The Oxford English Dictionary, Second Edition 1989. Retrieved 10 November 2009 from oed.com website.
  2. ↑ zero tolerance. (n.d.). The American Heritage Dictionary of the English Language, Fourth Edition. Retrieved 10 November 2009, from Dictionary.com website.
  3. ↑ "Zero Tolerance - Cambridge English Dictionary". Cambridge Dictionaries Online. Cambridge University. Diakses tanggal 3 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Ben-Moshe, L., Chapman, C. & Carey, A.C. (2014). Disability Incarcerated: Imprisonment and Disability in the United States and Canada. NY, NY: Palgrave Macmillan.
  5. ↑ Ervelles, N. (2014). Crippin' Jim Crow: Disability, Dis-location, and the School to Prison Pipeline. In: Carey, A., Ben-Moshe, L., & Chapman, C., Disability Incarcerated: Imprisonment and Disability in the United States and Canada. NY, NY: Palgrave MacMillan.
  6. ↑ Rowe and Bendersky, 2002
  7. ↑ "Dealing with—or Reporting—"Unacceptable" Behavior - with additional thoughts about the Bystander Effect" © 2009 Mary Rowe MIT, Linda Wilcox HMS, Howard Gadlin NIH, JIOA, vol 2, no 1, p52.

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan