Rabu, 14 Oktober 2026
02:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Tionghoa Afrika Selatan

Bagikan:
Tionghoa Afrika Selatan
華裔南非人
华裔南非人
Daerah dengan populasi signifikan
Durban ·Johannesburg ·Port Elizabeth.
Bahasa
Inggris ·Kanton ·Mandarin ·Hokkien Taiwan
Kelompok etnik terkait
Tionghoa perantauan
Artikel ini mengandung Teks Tionghoa. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan Karakter Tionghoa.

Tionghoa Afrika Selatan (Hanzi sederhana:华裔南非人; Hanzi tradisional:華裔南非人) adalah Tionghoa perantauan yang tinggal di Afrika Selatan—baik yang merupakan para keturunan yang datang ke Afrika Selatan pada awal abad ke-20, sampai imigrasi Tionghoa dilarang dibawah Undang-Undang Eksklusi Tiongkok pada 1904,[1] para industrialis Taiwan yang datang pada 1970an, 1980an dan awal 1990an,[2] dan para imigran pasca-apartheid (yang utamanya berasal dari daratan utama China) ke Afrika Selatan, yang sekarang lepas jumlah dengan Tionghoa Afrika Selatan kelahiran lokal.[3]

Afrika Selatan memiliki populasi Tionghoa terbesar di Afrika,[2] dan kebanyakan di antara mereka tinggal di Johannesburg, "pusat perekonomian di seluruh Afrika Selatan".[4]

Sejarah

South African Chinese Population, 1904 - 1936[5]: 177 
Jenis kelamin1904191119211936
Provinsi Natal
Laki-laki1611617546
Perempuan4113336
Provinsi Cape
Laki-Laki1366804584782
Perempuan1419148462
Provinsi Transvaal
Laki-Laki9079058281054
Perempuan55160564
Total2457190518282944

Para pemukim pertama

Tionghoa pertama yang bermukim di Afrika Selatan adalah para tahanan yang diasingkan dari Batavia oleh Belanda ke koloni yang baru mereka dirikan di Cape Town pada 1660. Aslinya, Belanda ingin merekrut para pemukim Tionghoa untuk bermukim di koloni tersebut sebagai petani

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-06-22. Diakses tanggal 2015-03-20.
  2. 1 2
  3. ↑ "What color are Chinese South Africans?". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-01. Diakses tanggal 2015-03-20.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)
  4. ↑ Lin, Edwin (Musim semi 2014). ""Big Fish in a Small Pond": Chinese Migrant Shopkeepers in South Africa". International Migration Review. 48 (1): 181–215. doi:10.1111/imre.12074.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Yap, Melanie; Leong Man, Dainne (1996). Colour, Confusion and Concessions: The History of the Chinese in South Africa. Hong Kong: Hong Kong University Press. hlm. 510. ISBN 962-209-423-6.

Bacaan tambahan

Pranala luar

Afrika
Afrika Utara
Afrika Barat
Afrika Timur
Afrika Tengah
Afrika Selatan
Amerika
Karibia
Amerika Utara
Amerika Tengah
Amerika Selatan
Asia
Asia Tengah
Asia Timur
Asia Tenggara
Asia Selatan
Asia Barat
Eropa
Eropa Utara
Eropa Tengah
Eropa Selatan
Eropa Timur
Eropa Tenggara
Oseania
Lihat pula
Artikel terkait
1 Sebuah departemen perantauan Prancis di barat Samudera Hindia. Lihat pula: Diaspora Hong Kong
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan