Senin, 19 Oktober 2026
17:19 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Kotoran paus

Kotoran paus

Bagikan:
500px-WhalePump.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
"Pompa ikan paus" – menggambarkan peran paus dalam daur ulang nutrisi di lautan

Kotoran paus, atau feses yang dikeluarkan paus, memiliki peran penting dalam ekologi lautan.[1] Paus sendiri sering dijuluki sebagai "insinyur ekosistem laut" karena peran pentingnya dalam daur ulang nutrisi di lautan. Nitrogen yang dilepaskan oleh spesies cetacea memiliki manfaat yang signifikan bagi rantai makanan lautan dan mampu menyerap karbon untuk waktu yang lama. Kotoran paus dapat memberikan informasi tentang sejumlah aspek kesehatan, sejarah alam dan ekologi hewan atau kelompok hewan tertentu karena mengandung DNA, hormon, racun dan bahan kimia lainnya.

Selain feses, sistem pencernaan paus sperma juga menghasilkan ambergris, zat padat, mirip lilin, mudah terbakar, yang berwarna abu-abu kusam atau kehitaman dan dapat ditemukan mengambang di laut atau terdampar di pantai.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Brown, Joshua E. (12 Okt 2010). "Whale poop pumps up ocean health". Science Daily. Diakses tanggal 18 Agustus 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Ambergris". Encyclopaedia Britannica (online). Diakses tanggal 11 April 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik mamalia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan