Sabtu, 24 Oktober 2026
10:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Kotoran paus

Kotoran paus

Bagikan:
500px-WhalePump.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
"Pompa ikan paus" – menggambarkan peran paus dalam daur ulang nutrisi di lautan

Kotoran paus, atau feses yang dikeluarkan paus, memiliki peran penting dalam ekologi lautan.[1] Paus sendiri sering dijuluki sebagai "insinyur ekosistem laut" karena peran pentingnya dalam daur ulang nutrisi di lautan. Nitrogen yang dilepaskan oleh spesies cetacea memiliki manfaat yang signifikan bagi rantai makanan lautan dan mampu menyerap karbon untuk waktu yang lama. Kotoran paus dapat memberikan informasi tentang sejumlah aspek kesehatan, sejarah alam dan ekologi hewan atau kelompok hewan tertentu karena mengandung DNA, hormon, racun dan bahan kimia lainnya.

Selain feses, sistem pencernaan paus sperma juga menghasilkan ambergris, zat padat, mirip lilin, mudah terbakar, yang berwarna abu-abu kusam atau kehitaman dan dapat ditemukan mengambang di laut atau terdampar di pantai.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Brown, Joshua E. (12 Okt 2010). "Whale poop pumps up ocean health". Science Daily. Diakses tanggal 18 Agustus 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Ambergris". Encyclopaedia Britannica (online). Diakses tanggal 11 April 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik mamalia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan