Sabtu, 31 Oktober 2026
19:34 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Tikus berkantung

Tikus berkantung

Bagikan:
Tikus berkantung
Rentang waktu: Pliosen Awal - Kini
250px-Cricetomys_emini.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cricetomys emini
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Rodentia
Famili: Nesomyidae
Subfamili: Cricetomyinae
Roberts, 1951
Genera

Beamys
Cricetomys
Saccostomus

Artikel takson sembarang

Tikus berkantung[1] adalah sekelompok hewan pengerat Afrika dalam subfamili Cricetomyinae, yang berada dalam famili Nesomyidae. Famili ini mencakup muroid Afrika lainnya seperti tikus pemanjat, tikus malagasi, dan tikus ekor-putih. Semua Nesomyidae berada dalam superfamili Muroidea, yaitu sebuah klad besar yang mencakup seperempat semua spesies mamalia. Terkadang, tikus berkantung ditempatkan dalam famili Muridae bersamaan semua anggota superfamili Muroidea lainnya.

Tikus berkantung ditemukan di sebagian besar wilayah Afrika sub-Sahara dengan Afrika selatan sebagai pengecualian. Merela dicirikan dengan kantong pipi yang besar dan morfologi molar yang khas. Molar mereka sangat mirip dengan yang ditemukan di subfamili Murinae, tetapi tikus berkantung barangkali mengembangkan kemiripan ini melalui evolusi konvergen.

Terdapat tiga genera tikus berkantung yang sangat berbeda. Tikus berkantung raksasa dikenal sebagai anggota Muroidea terbesar. Seekor tikus berkantung raksasa juga diduga berperan sebagai karier bagi sebuah wabah kecil cacar monyet di Amerika Serikat. Ketiga genera dalam subfamili ini mencakup 8 spesies.

Klasifikasi

Subfamili Cricetomyinae - Tikus berkantung

Referensi

  1. ↑ "Nihil Kasus Cacar Monyet, Pemkot Surabaya Imbau Warga Waspada Kenali Gejalanya". Pemerintah Kota Surabaya. 1 November 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan