Senin, 02 November 2026
09:20 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Theodora Komnena

Theodora Komnena

Bagikan:
330px-Gertrud_und_Theodora_Komnena.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gertrude dari Süpplingenburg dan Theodora Komnene, kedua istri Heinrich II Jasomirgott
Perincian silsilah Babenberg, Biara Klosterneuburg, Austria

Theodora Komnena atau Theodora Comnena (bahasa Yunani:Θεοδώρα ἡ Κομνηνή, wafat 2 Januari 1184) merupakan putri Andronikos Komnenos dan istrinya, Eirene (?Aineiadissa). Menurut tulisan-tulisan Niketas Choniates, sepertinya Theodora adalah putri kedua Andronikos. Tahun kelahiran Theodora tidak diketahui.

Kehidupan dan Kematian

Tidak banyak yang diketahui tentang masa muda Theodora, kecuali bahwa ayahandanya meninggal pada tahun 1142. Ia tidak muncul di catatan sejarah lagi sampai akhir tahun 1140, ketika ia dijodohkan dan menikah dengan Heinrich II dari Austria, yang istri pertamanya, Gertrude dari Süpplingenburg meninggal pada tahun 1143. Pernikahan tersebut diatur oleh pamandanya, Manuel I dan saudara tiri suaminya, Konrad III dari Jerman, di mana ia tinggal di kemudian hari di Konstantinopel.[1]

Theodora dan Heinrich II menikah di Konstantinopel, dan akhirnya diberikan Provinsi Austria oleh Friedrich I Barbarossa pada tahun 1156.[2]

Theodora meninggal pada tanggal 2 Januari 1184.[3][4]

Keluarga

Theodora memiliki tiga orang anak dan suaminya, Heinrich II Jasomirgott:

Silsilah

Silsilah Theodora Komnena
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
8. Alexios I Komnenos
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
4. Ioannes II Komnenos
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
9. Eirēnē Doukaina
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
2. Andronikos Komnenos
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
10. László I dari Hungaria
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
5. Piroska dari Hungaria
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
11. Adelaide dari Swabia
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
1. Theodora Komnene
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
3. Eirene (?Aineiadissa)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Catatan kaki

  1. ↑ Runciman (1978), Vol. 2, p. 270
  2. ↑ Fuhrmann, H., trans. Reuter, T. (1995) Germany in the high middle ages c.1050-1200 (1995), p. 150
  3. ↑ Continuatio Zwetlensis Altera 1184, MGH SS IX, p. 542
  4. ↑ Necrologium Seccoviense, Salzburg Necrologies (Regio Styriaca), p. 403
  5. ↑ Cawley C.; Austria in Foundation for Medieval Genealogy

Referensi

  • Runciman, S.; A History of the Crusades, Vols. 1-3 (Penguin Books, 1978)
  • Fuhrmann, H., (trans. Reuter, T.); Germany in the high middle ages c.1050-1200 (Cambridge University Press, 1995)
  • Pertz, G. H. (ed.); Auctarium Zwetlensis et Continuatio (Hannover, 1851, 1925)
  • Hereberg-Fränke, S. (ed.); Diocesis Salisburgensis Regiones Salisburgensis et Bavarica (Berlin, 1904)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan