Sabtu, 17 Oktober 2026
03:27 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Sampar (novel)

Sampar (novel)

Bagikan:
La Peste
250px-La_Peste_book_cover.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
PengarangAlbert Camus
Judul asliLa Peste
NegaraPrancis
BahasaBahasa Prancis
GenreNovel filsafat
PenerbitLibrairie Gallimard
Alfred A. Knopf (US)
Tanggal terbit
1947
Tgl. terbit (bhs. Inggris)
1948
ISBNISBN N/A pemanggilan templat memerlukan parameter template_name

Sampar[1] (Prancis: La Peste) adalah sebuah novel karangan Albert Camus yang terbit pada 1947.[2] La Peste artinya adalah penyakit sampar atau pes.[2] Sampar adalah penyakit menular yang terjadi pada hewan maupun manusia.[3] Novel ini menjadi novel Albert Camus yang paling populer karena dianggap paling mewakili pemikirannya.[2] Selain itu, Sampar juga menjadi novelnya yang paling laris dan membuatnya semakin terkenal dalam dunia sastra dan filsafat.[2] La Peste pula yang membuat Camus mendapat Penghargaan Nobel pada 1957.[2] Dalam bahasa Inggris novel La Peste dikenal dengan nama The Plague.[4]

Sekilas tentang Sampar

Cerita novel Sampar bisa dilihat sebagai usaha Albert Camus untuk menggambarkan suasana Prancis pada masa Nazi.[5] Penyakit sampar seperti perang yang menyerang manusia tanpa diketahui sebelumnya.[5] Latar novel ini adalah kota Oran.[5] Kota Oran terserang penyakit sampar yang sangat hebat dan memicu penyingkiran dan pengucilan.[5] Tokoh bernama Bernard Rieux menjadi tokoh pencerita dalam Sampar.[5] Dia adalah seorang dokter.[5] Wabah sampar membuat dokter tidak lagi menjadi penyembuh penyakit.[5] Dokter hanya bisa mendiagnosa dan memutuskan pengucilan orang yang terjangkit sampar.[5] Tokoh lain yang ada dalam novel ini dan menjadi lawan bicara Rieux adalah Tarrou.[5] Selain itu ada tokoh bernama Cottard yang mencerminkan watak egois dan licik.[5] Namun tiga karakter utama dalam novel Sampar adalah Pencerita, Kota dan Penyakit Sampar.[4] Pada dasarnya melalui novel Sampar ini Albert Camus ingin menunjukkan bahwa manusia akan mengeluarkan protesnya ketika berhadapan dengan kondisi-kondisi absudnya.[6]

250px-Albert_Camus%2C_gagnant_de_prix_Nobel%2C_portrait_en_buste%2C_pos%C3%A9_au_bureau%2C_faisant_face_%C3%A0_gauche%2C_cigarette_de_tabagisme.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Albert Camus, penulis novel Sampar

Absurditas dalam Sampar

Dalam novel Sampar, absurditas digambarkan dengan berjangkitnya wabah sampar yang melanda kota Oran.[2] Tidak ada yang dapat menjelaskan ketenangan kota Oran tiba-tiba terusik dengan berjangkitnya sampar.[2] Tidak ada yang dapat menerangkan pula sebab penyakit sampar menjangkiti kota Oran.[2] Penyakit sampar datang secara mendadak dan membuat seluruh penduduk kota cemas.[2] Akan tetapi, penduduk kota seakan tidak dapat berbuat apa-apa dan hanya dapat menerimanya saja.[2] Masalah menjadi absurd karena penyakit sampar bukanlah akibat dari suatu sebab.[2] Apalagi penyakit ini pun membunuh anak-anak yang tidak berdosa.[2] Penderitaan yang ada di dunia ini semakin tidak bisa dimengerti ketika korbannya adalah anak-anak kecil yang tidak bersalah.[2]

Sampar sebagai suatu karya seni

Albert Camus tidak memberikan pengajaran moral dalam novel Sampar.[2] Dengan jalan seni Camus melepaskan diri dari isu moral.[2] Seni novel ini terutama terletak pada kemampuan Camus menyampaikan sesuatu yang absurd dengan cara yang tidak absurd.[2] Dalam novel ini Camus sebenarnya lebih mengutamakan seni daripada filsafat.[2]

Rujukan

  1. ↑ Camus, Albert (2006). Sampar. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. ISBN 978-979-461-582-9.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Sindhunata dan A. Sudiarja (ed:Sastraprateja) (1982). Manusia Multi Dimensional. Jakarta: Gramedia. hlm. 15.
  3. ↑ "Kamus Besar Bahasa Indonesia". Diakses tanggal 24 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Conor Cruise O'Brien (1974). Camus. London: Wm. Collins Sons & Co. Ltd. hlm. 33-35. ISBN 0-00-632254-9.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Albert Camus(penerj. N.H. Dini) (1985). Sampar. Jakarta: Obor. hlm. v-vii.
  6. ↑ Hary Susanto (2006). Sesudah Filsafat (kump. karangan). Yogyakarta: Kanisius. hlm. 311. ISBN 979-21-1381-9.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan