Selasa, 27 Oktober 2026
07:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Terik asia

Terik asia

spesies burung

Bagikan:
Terik asia
250px-Oriental_Pratincole.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
G. maldivarum
Nama binomial
Glareola maldivarum
Forster, 1795
Artikel takson sembarang

Terik asia (Glareola maldivarum) adalah spesies burung dari famili Glareolidae, dari genus Glareola. Burung ini merupakan jenis burung pemakan Serangga, cacing, invertebrat dan memiliki habitat di rawa-rawa, sawah, tersebar sampai ketinggian 500 m dpl.

Ciri-ciri

Terik Asia memiliki tubuh berukuran sedang (23 cm). Sayapnya panjang.[2] Tenggorokan kuning dengan tepi berwarna hitam. Tubuh bagian atas coklat, berkilap hijau zaitun. Bulu primer sayap kehitaman. Penutup sayap coklat berangan. Bulu penutup ekor bagian atas putih. Perut abu-abu. Ekor bagian bawah putih. Ekor hitam menggarpu, pangkal dan sisi luar putih.[2]

Perilaku

Hidup dalam kelompok. Berbaur dengan perancah lain. Terbang menangkap serangga di udara. Beristirahat di tanah dengan berdiri tegap. Mencari makan berbaur dengan perancah lain, tetapi terpisah waktu terbang.[2]

Penyebaran

  • Berbiak: Asia timur, India, Mongolia, Filipina.
  • Migran: Asia tenggara, Indonesia, Australia.

Galeri

  • 120px-Glareola_maldivarum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

  1. ↑ "Glareola maldivarum". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2012.1. International Union for Conservation of Nature. 2012. Diakses tanggal 16 Juli 2012. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Undip, Terik Asia.

Bibliografi


Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan