Sabtu, 03 Oktober 2026
21:14 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Tepekong

Tepekong

Bagikan:
Tepekong
250px-Crestedtreeswift.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hemiprocne coronata
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Hemiprocnidae

Genus:
Hemiprocne

Nitzsch, 1829
Spesies[1]
Artikel takson sembarang

Tepekong (Hemiprocnidae) adalah sebuah keluarga burung yang berkerabat dekat dengan burung walet dan kolibri yang sama-sama anggota dari ordo Apodiformes. Keluarga burung ini hanya berisi satu genus saja yakni Hemiprocne, yang didalamnya terdapat empat spesies burung tepekong. Mereka didistribusikan dari India ke Oseania melalui Indonesia ke Papua dan Kepulauan Solomon.

Ciri Fisik beserta Perilaku

250px-Grey_Rumped_Treeswift.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tepekong betina bertengger di batang pohon.

Burung ini berukuran kecil hingga sedang, dengan panjang mulai dari 15 hingga 30 cm. Mereka memiliki sayap yang panjang, dengan sebagian besar panjangnya berasal dari panjang pendahuluan. Lengan mereka sebenarnya cukup pendek. Mereka tampak berbeda dari burung apodiformes lainnya, yakni bulunya lebih lembut, memiliki jambul atau hiasan wajah lainnya, dan ekornya panjang dan bercabang.[2] Secara anatomis mereka dipisahkan dari walet sebenarnya oleh detail kerangka di tengkorak dan langit-langit, anatomi tarsus, dan jari kaki belakang yang tidak dapat dibalik yang digunakan untuk bertengger di dahan. Pejantannya memiliki bulu mantel warna-warni. Mereka juga memiliki sayap diastataksik, yakni tidak memiliki bulu sekunder kelima.[3][4]

Tepekong menunjukkan berbagai preferensi habitat. Salah satu spesiesnya yakni Tepekong rangkang, merupakan spesies penghuni hutan primer. Spesies tersebut sangat mudah bermanuver, makan dekat dengan vegetasi di bawah kanopi, dan jarang menjelajah ke hutan atau perkebunan sekunder, tetapi tidak pernah melewati lahan terbuka. Spesies yang lain yakni Hemiprocne coronata memanfaatkan berbagai habitat termasuk hutan lembap dan hutan gugur, dan Tepekong jambul menempati hampir setiap tipe habitat yang tersedia dari hutan bakau hingga hutan perbukitan. Semua spesiesnya memakan serangga, meskipun detail pasti tentang mangsa apa yang diambil belum dipelajari secara detail.

Tanggung jawab membangun sarang dibagi antara pejantan dan betina. Mereka bertelur di dalam sarang yang direkatkan ke dahan pohon yang terbuka.[2] Warna telurnya bervariasi, mulai dari putih ke abu-abu. Sedikit informasi yang tersedia tentang waktu inkubasi, tetapi dianggap lebih lama untuk spesies yang lebih besar. Anaknya menetas dengan penutup berwarna abu-abu dan diberi makan muntahan makanan yang dimuntahkan oleh induknya.

Referensi

  1. ↑ "Comparison of IOC 8.1 with other world lists". IOC World Bird List. v8.1. Diakses tanggal 30 Desember 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Collins, Charles T. (1991). Forshaw, Joseph (ed.). Encyclopaedia of Animals: Birds. London: Merehurst Press. hlm. 136. ISBN 978-1-85391-186-6.
  3. ↑ Miller, W. DeW. (1912). "Revision of the Classification of the Kingfishers" (PDF). Bull. Am. Mus. Nat. Hist. 30: 239–311.
  4. ↑ Bostwick, Kimberly S; Brady, Matthew J (2002). "Phylogenetic Analysis of Wing Feather Taxis in Birds: Macroevolutionary Patterns of Genetic Drift?". The Auk. 119 (4): 943. doi:10.1642/0004-8038(2002)119[0943:PAOWFT]2.0.CO;2.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan