Minggu, 11 Oktober 2026
16:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Teorema Stewart

Bagikan:

Dalam geometri, teorema Stewart menyatakan hubungan antara panjang sisi-sisi segitiga dan panjang cevian segitiga. Nama teorema Stewart digunakan untuk menghormati matematikawan Skotlandia Matius Stewart yang memublikasikan teorema ini pada tahun 1746.[1]

Teorema

Misalkan a {\displaystyle a} {\displaystyle a}, b {\displaystyle b} {\displaystyle b}, dan c {\displaystyle c} {\displaystyle c} panjang sisi-sisi segitiga. Misalkan d {\displaystyle d} {\displaystyle d} panjang cevian pada sisi dengan panjang a {\displaystyle a} {\displaystyle a}. Jika cevian membagi a {\displaystyle a} {\displaystyle a} menjadi dua segmen dengan panjang m {\displaystyle m} {\displaystyle m} dan n {\displaystyle n} {\displaystyle n} dimana m {\displaystyle m} {\displaystyle m} berdekatan dengan c {\displaystyle c} {\displaystyle c} dan n {\displaystyle n} {\displaystyle n} berdekatan dengan b {\displaystyle b} {\displaystyle b}, maka teorema Stewart menyatakan bahwa

b 2 m + c 2 n = a ( d 2 + m n ) . {\displaystyle b^{2}m+c^{2}n=a(d^{2}+mn).} {\displaystyle b^{2}m+c^{2}n=a(d^{2}+mn).}
(persamaan ini juga dapat ditulis m a n + d a d = b m b + c n c . {\displaystyle man+dad=bmb+cnc.} {\displaystyle man+dad=bmb+cnc.}, dalam beberapa referensi bahasa inggris, bentuk ini digunakan agar mudah dihafal menjadi sebuah kalimat, misalnya "A man and his dad put a bomb in the sink.")

Teorema Apollonius adalah kasus khusus di mana d {\displaystyle d} {\displaystyle d} adalah garis berat.

Teorema ini juga dapat dinyatakan menggunakan panjang segmen bertanda, yaitu panjang AB bisa positif atau negatif bergantung pada posisi A di sebelah kiri atau di sebelah kanan B pada garis yang sudah di tetapkan. Dalam kasus ini, teorema Stewart menyatakan jika A, B, dan C adalah titik-titik yang berada dalam satu garis, dan P adalah sembarang titik, maka[2]

P A 2 ⋅ B C + P B 2 ⋅ C A + P C 2 ⋅ A B + B C ⋅ C A ⋅ A B = 0. {\displaystyle PA^{2}\cdot BC+PB^{2}\cdot CA+PC^{2}\cdot AB+BC\cdot CA\cdot AB=0.} {\displaystyle PA^{2}\cdot BC+PB^{2}\cdot CA+PC^{2}\cdot AB+BC\cdot CA\cdot AB=0.}

Bukti

Diagram dari teorema Stewart
Diagram dari teorema Stewart

Teorema Stewart dapat dibuktikan dengan aturan cosinus:[3]

Misalkan θ sudut antara m dan d dan θ' sudut antara n dan d. θ' adalah suplemen dari θ sehingga cos θ' = −cos θ. dengan menggunakan aturan cosinus untuk θ dan θ',

c 2 = m 2 + d 2 − 2 d m cos ⁡ θ b 2 = n 2 + d 2 − 2 d n cos ⁡ θ ′ = n 2 + d 2 + 2 d n cos ⁡ θ {\displaystyle {\begin{aligned}c^{2}&=m^{2}+d^{2}-2dm\cos \theta \\b^{2}&=n^{2}+d^{2}-2dn\cos \theta '\\&=n^{2}+d^{2}+2dn\cos \theta \\\end{aligned}}} {\displaystyle {\begin{aligned}c^{2}&=m^{2}+d^{2}-2dm\cos \theta \\b^{2}&=n^{2}+d^{2}-2dn\cos \theta '\\&=n^{2}+d^{2}+2dn\cos \theta \\\end{aligned}}}

Kalikan persamaan pertama dengan n, persamaan kedua dengan m, dan jumlahkan keduanya untuk mengeliminasi cos θ, diperoleh

b 2 m + c 2 n = n m 2 + n 2 m + ( m + n ) d 2 = ( m + n ) ( m n + d 2 ) = a ( m n + d 2 ) {\displaystyle {\begin{aligned}b^{2}m+c^{2}n&=nm^{2}+n^{2}m+(m+n)d^{2}\\&=(m+n)(mn+d^{2})\\&=a(mn+d^{2})\\\end{aligned}}} {\displaystyle {\begin{aligned}b^{2}m+c^{2}n&=nm^{2}+n^{2}m+(m+n)d^{2}\\&=(m+n)(mn+d^{2})\\&=a(mn+d^{2})\\\end{aligned}}}

alternatif lain, teorema ini dapat dibuktikan dengan menggambar garis tegak lurus dari titik sudut segitiga ke sisi yang berhadapan dan menggunakan teorema Pythagoras untuk menentukan panjang b, c, dan d.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Stewart, Matthew (1746), Some General Theorems of Considerable Use in the Higher Parts of Mathematics, Edinburgh: Sands, Murray and Cochran "Proposition II"
  2. ↑ Russell 1905, p. 3
  3. ↑ (Inggris)Proof of Stewart's Theorem di PlanetMath.

Bacaan lebih lanjut

  • I.S Amarasinghe, Solutions to the Problem 43.3: Stewart's Theorem (A New Proof for the Stewart's Theorem using Ptolemy's Theorem), Mathematical Spectrum, Vol 43(03), pp. 138 – 139, 2011.
  • Ostermann, Alexander; Wanner, Gerhard (2012), Geometry by Its History, Springer, hlm. 112, ISBN 978-3-642-29162-3

Pranala luar

Konten pada artikel ini adalah terjemahan dari aritkel wikepedia bahasa inggris en:Stewart's theorem dengan melakukan beberapa perubahan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan