Minggu, 01 November 2026
19:00 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Tenun Pringgasela

Bagikan:

Tenun Pringgasela adalah kerajinan tenun tradisional Indonesia yang berasal dari Nusa Tenggara Barat dan telah ditetapkan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2018 dengan domain budaya Kemahiran dan Kerajinan Tradisional.[1] Lokasi persebaran Tenun Pringgasela antara lain di Lombok Timur, Lombok, Sumbawa, dan sebagian Bima. Sentra tenun ikat di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat terletak di Desa Pringgasela. Di Desa Pringgasela inilah terdapat maestro Tenun Pringgasela yang bernama Suharti. Kegiatan menenun di Desa Pringgasela mayoritas dilakukan oleh kaum perempuan sebagai mata pencaharian dan statusnya per penetapan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia adalah masih bertahan.[1] Adapun kain tenun Pringgasela banyak digunakan dalam kegiatan sosial maupun keagamaan dan juga memiliki potensi di bidang pariwisata dengan dijual sebagai produk paket wisata budaya kepada wisatawan domestik dan mancanegara.[2]

Tenun Pringgasela yang diajarkan secara turun temurun hingga masih bertahan sampai saat ini pertama kali diperkenalkan oleh Lebae Nursini, seorang tokoh agama Islam yang datang dari Sulawesi untuk menyebarkan agama Islam di Desa Pringgasela.[1] Sambil mengajarkan agama Islam kepada penduduk Pringgasela, beliau mengajarkan cara bertani dan menenun sampai muncullah istilah Tenun Pringgasela. Kain tenun yang dibuat oleh Lebae Nursini masih tersimpan sebagai pusaka leluhur Desa Pringgasela yang disebut Reragian.[1] Tenun Pringgasela ini dibuat dengan menggunakan alat tenun tradisional gedogan dengan bermodalkan bahan alami yaitu baik benang dan warnanya berasal dari bagian tumbuhan seperti akar, batang kayu, dan daun.

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan